Kamis, 02 April 2020

Jhonson Simamora 181201150



Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                        Medan, Maret   2020
POHON DAMAR (Aghatis dammara) SEBAGAI PENYEDIA OKSIGEN YANG PENTING BAGI TUBUH

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Jhonson Simamora
18120150
HUT 4D














PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pohon Damar (Aghatis dammara) sebagai Penyedia Oksigen Yang Penting Bagi Tubuh” ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutanyaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini.Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.



Medan,  Maret 2020

            Penulis









DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI.......................................................................................................    i
KATA PENGANTAR.......................................................................................   ii
BAB I  PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang......................................................................................   1
          1.2 Rumusan Masalah.................................................................................   2
          1.3 Tujuan....................................................................................................   2
BAB II ISI
2.1 Habitat dari pohon damar (Aghatis dammara)......................................   3
2.2 Potensi dari pohon damar (Aghatis dammara)......................................   4
2.3 Kegunaan dan manfaat ekonomi dari pohon damar (Aghatis dammara) 5
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................   7
3.2 Saran......................................................................................................   7
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan adalah suatu hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang di-dominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya antara satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan (UU Kehutanan No. 41 Tahun 1999).  Keberadaan hutan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang besar memiliki arti dan fungsi penting dalam menyangga sistem kehidupan.  Berbagai manfaat besar dapat diperoleh dari keberadaan hutan melalui fungsinya baik sebagai penyedia sumberdaya air bagi manusia dan lingkungan, kemampuan penyerapan karbon, pemasok oksigen di udara, penyedia jasa wisata dan mengatur iklim global.
Pohon damar (Agathis dammar) merupakan salah satu jenis pohon hutan yang banyak digunakan untuk tujuan reboisasi, kayu dari tegakan ini juga digunakan sebagai kayu pertukangan, misalnya untuk petikemas, kayu lapis dan pembuatan korek api. Selain itu tanaman damar menghasilkan getah yang disebut (kopal). Kopal tersebut digunakan sebagai cat, vernis, spiritus, plastik, pelapis tekstil, bahan anti air dan tinta cetak (Rahayu, 2009).
Pohon Damar, atau disebut juga Dammar Raja, merupakan salah satu pohon asli Indonesia dan penghasil utama getah damar. Pohon damar di beberapa daerah disebut sebagai kaláne,kèssi, oeneëla (Maluku); dammar lulu atau dammar malolo (Sulawesi). Selain dinamai damar, di Indonesia kerap disebut juga sebagai damar raja. Dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai amboina pitch tree atau celebes kauri.
Damar merupakan tumbuhan asli Indonesia. Daerah sebarannya meliputi pulau Sulawesi, kepulauan Maluku, dan kepulauan di Filipina. Namun kini, pohon damar telah dibudidayakan di perkebunan-perkebunan di pulau Jawa. Tumbuh di hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Pohon damar (Agathis dammara) berukuran besar dan tingginya bisa mencapai 65 meter. Batangnya silindris dan lurus dengan diameter mencapai 1,5 meter. Kulit batang  berwarna abu-abu muda hingga coklat kemerahan. Kulit mengelupas dalam keping-keping yang tidak beraturan dan biasanya bopeng karena resin.
Daun berbentuk jorong (bulat memanjang) dengan panjang 6 – 8 cm dan lebar 2 – 3 cm. Bagian pangkal daun membaji sedangkan ujungnya runcing.  Tulang daun sejajar dan banyak. Bunga jantan dan betina berada pada tandan yang berbeda, pada pohon yang sama (berumah satu).Meskipun tidak termasuk tanaman langka, namun pohon damar (Agathis dammara) di habitat aslinya telah mengalami populasi hingga 30% dalam 75 tahun terakhir. Oleh karena itu Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Redlist) memasukkannya dalam spesies Vulnerable (Rentan).
Pengelolaan hutan harus mempertimbangkan banyak aspek yang berkaitan dengan ekosistem pada hutan tersebut.  Fungsi hutan yang sangat penting
bagi ke-langsungan hidup manusia, hewan dan tumbuhan harus dilestarikan
dengan cara melestarikan hutan tersebut.  Pengelolaan hutan yang baik akan berpengaruh terhadap kelestarian hutan.  Kegiatan pengelolaan hutan salah satu unsurnya yaitu pemeliharaan tanaman hutan.  Pemeliharaan hutan merupakan
suatu tindakan silvikultur dalam merawat dan menyelamatkan hutan dari segala macam gangguan yang dapat merusak pertumbuhan pohon atau tegakan hutan tanaman.
Damar (Aghatis dammar) merupakan jenis tanaman hutan yang membutuhkan pemeliharaan yang tepat untuk pertumbuhannya.  
1.1 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana habitat dari pohon damar (Aghatis dammar) ?
  1. Apa  potensi dari pohon damar (Aghatis dammar)?
  2. Apa saja kegunaan dan manfaat ekonomi dari pohon damar (Aghatis dammar)?
2.1 Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu dari pohon damar (Aghatis dammar)
2.      Untuk mengetahui potensi yang dihasilakan dari  pohon damar (Aghatis dammar)
  1. Untuk  apa saja kegunaan dan manfaat ekonomi dari dari pohon damar (Aghatis dammar)

BAB II
ISI
2.1 Habitat dari pohon damar (Aghatis dammar)
           
klasifikasi damar digolongkan sebagai berikut :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Pinophyta
Kelas               : Pinopsida
Ordo                : Pinales
Famili              : Araucariaceae
Genus              : Aghatis
Spesies            A. dammara
                       
            Nama latin tumbuhan ini adalah Agathis dammara (Lamb.) Rich. & A. Rich. Uniknya, di Indonesia penggunaan istilah ‘damar’ saling tumpang tindih (rancu). Kata ‘damar’ juga digunakan untuk penyebutan resin (getah) yang dihasilkan oleh sejumlah pohon dari genus Shorea dan Hopea. Sedangkan getah pohon damar (Agathis dammara) lebih sering disebut sebagai ‘kopal’. Selain itu, penggunaan istilah ‘kayu damar’ malah digunakan untuk penyebutan kayu dari pohon jenis Araucaria. Sementara kayu pohon damar diperdagangkan sebagai kayu ‘Agatis’.
                Damar tumbuh dilingkungan hutan hujan dataran rendah secara alami. Ketinggian yang cocok sebagai habitatnya berada di sekitar 1.200 mdpl. Di daerah Jawa, pohon damar banyak ditanam di hutan pegunungan.
Pohon damar dapat tumbuh mencapai ketinggian 65 meter dengan batang bulat silindris dan diameter mencapai lebih dari 1,5 meter. Pepagan damar berwarna keabu-abuan sedikit kemerahan dan mengelupas dalam keping kecil.
Dahulu, kopal hanya dihasilkan dari pohon-pohon damar alam yang tumbuh di hutan Maluku dan Sulawesi. Akan tetapi, saat ini hutan-hutan Perhutani juga telah menghasilkan produksi getah damar.
Kayu damar berwarna keputih-putihan dan bukan termasuk kayu yang dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang. Sebab, kayunya bersifat tidak awet dan tidak kuat. Di Bogor dan Sulawesi, umumnya kayu damar dimanfaatkan untuk papan dibawah atap rumah, karena pada posisi ini kekuatan kayu tidak begitu diperlukan.
Kayu damar berwarna keputih-putihan dan bukan termasuk kayu yang dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang. Sebab, kayunya bersifat tidak awet dan tidak kuat. Di Bogor dan Sulawesi, umumnya kayu damar dimanfaatkan untuk papan dibawah atap rumah, karena pada posisi ini kekuatan kayu tidak begitu diperlukan.
Damar (Shorea javanica) jenis pohon yang memberikan penghasilan ganda yaitu getah damar (damar resin) dan kayu. Masa produktif pohon damar antara 18 tahun sampai 50 tahun. Produksi damar per bulan per pohon 3 kg getah dengan harga di tingkat petani Rp. 400,-. Dalam 1 (satu) tahun setiap ha dapat menghasilkan 7.200 kg dengan nilai Rp. 2.880.000,-. Petani pemilik kebun damar sebaiknya pohon damar ini disadap sampai produksi damar menurun. Dengan penyadapan pohon damar akan lebih baik menguntungkan petani ketimbang menebung/menjual kayunya sebelum damar habis pasca panen.
Pendapatan petani dari pemungutan damar rata-rata Rp. 1.462,15/hari, di tingkat pedagang pengumpul Rp. 112,-/kg dan ditingkat eksportir Rp. 661,-/kg. Produksi damar dari Sumatera Selatan 60 % diekspor ke Jerman Barat dan 40 % ke pasar lokal.
2.2  Potensi  yang dihasilakan dari  pohon damar (Aghatis dammar)
Potensi pohon damar sebagai potensi hasil hutan non kayu akhir-akhir ini dianggapsemakin penting setelah produktivitas kayu dari hutan alam semakin menurun. Jika di lihat dariperkembangan hasil hutan nonkayu selama lima tahun terakhir, maka dapat dilihat dari beberapaprovinsi yang menyadari berpotensinya pengusahaan hasil huta non kayu ini, seperti di PulauSumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua. Komoditas damar memiliki nilai yang menjajikan danpermintaannya di pasar cukup tinggi. Oleh karena itu, komoditas damar sangat potensial untukdikembangkan dan dipasarkan ke luar. Namun, sayangnya pada tahun tertentu terdapat kendalakarena pengusaha yang akan membeli damar membutuhkannya dalam jumlah banyak, sedangkandamar yang diusahakan masyarakat jumlahnya terbatas. Hal tersebut dapat ditinjau dari hasilpengumpulan Data Kehutanan Triwulanan Tahun 2014, jumlah produksi hasil hutan non kayu(HHNK) Pohon Damar di Indonesia adalah sebagai berikut : JenisKayuSatuanTahun 2014JumlahTriwulan ITriwulan IITriwulan IIITriwulan IVDamarTon907,94574,20390,50367.602240,24Produksi damar mengalami penurunan pada triwulan II dan III. Pada triwulan ke IIIproduksi damar turun hingga menjadi sebesar 0,39 ribu ton, setelah sebelumnya pada triwulan Iproduksi damar sebesar 0,91 ribu ton. Kemudian produksi damar pada triwulan IV kembali turunmenjadi 0,37 ribu ton. Pada tahun 2014 produk non kayu damar hanya dihasilkan di PulauSumatera (0,16 ribu ton), Sulawesi (1,63 ribu ton), Maluku dan Papua (0,45 ribu ton).
2.3  Kegunaan dan manfaat ekonomi dari pohon damar (Aghatis dammar)
Damar atau bahasa latinnya adalah Agathis dammara merupakan salah satu tanaman yang dikenal sebagai tanaman khas Indonesia dan telah dibudidayakan hingga ke Filipina.
Tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk diambil getahnya. Pohon ini mempunyai batang yang tinggi menjulang hingga sekitar empat puluh meter, dan batangnya lurus memajang berwarna abu-abu.
Pohon damar termasuk pohon yang berdaun tunggal dan bentuknya saling berhadapan. Ciri-cirinya berbentuk lonjong dan tebal dengan bunga majemuk serta menyirip. Damar memiliki banyak fungsi, bukan hanya kayu dan getahnya namun daunya juga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Getah damar ini dapat diambil dan dimanfaatkan sebagai zat pewarna dalam dunia industri. Biasanya pewarna yang dihasilkan adalah untuk warna kuning dan putih. Keunggulan dari pewarna ini adalah merupakan pewarna dari bahan alami sehingga jarang memberikan efek negatif bagi bangunan dan dapat membantu memperkokoh bangunan.
Kayu damar diperdagangkan di Indonesia dengan nama kayu agatis Selain fungsinya sebagai tanaman ”paru-paru kota” dan komoditas penting untuk hasil hutannya, pohon damar juga mulai menarik perhatian para ilmuwan dalam hal pengembangan obat anti Alzheimer. Penyakit alzheimer sendiri merupakan gangguan saraf di otak yang diakibatkan oleh penyumbatan aliran darah yang menuju ke otak. Disadari atau tidak, penyakit alzheimer adalah penyakit yang cukup banyak menyerang manusia di berbagai belahan dunia. Gejala-gejala penyakit ini diantaranya adalah gangguan memori yang mempengaruhi keterampian dalam bekerja, kesulitan bericara dan berbahasa, kesulitan berpikir abstrak, dan perubahan kepribadian. Penyumbatan aliran darah tersebut disebabkan oleh akumulasi protein amiloid beta peptida yang dihasilkan dari pembelahan senyawa beta amiloid yang merupakan prekursornya. Pembelahan ini terjadi karena adanya aktivitas enzim beta sekretase. Oleh karena itu, penemuan inhibitor aktivitas enzim beta sekretase dapat menjadi suatu alternatif dalam hal pengembangan obat penyakit alzheimer. Salah satu senyawa alam yang telah diuji aktivitasnya sebagai inhibitor enzim beta sekretase adalah kelompok biflavonoid. Dari penelitian yang dilakukan oleh Sasaki dkk. (2010) di Jepang bersama peneliti dari Kimia Organik Bahan Alam ITB, diperoleh data bahwa senyawa biflavonoid yang bernama amentoflavon (dan turunannya) memiliki aktivitas yang menarik sebagai inhibitor aktivitas enzim beta sekretase. Senyawa biflavonoid sendiri diketahui merupakan kandungan utama dari beberapa tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae).
Kadar amentoflavon pada pohon damar tersebut juga diketahui masih sedikit (merupakan komponen minor). Walaupun demikian, sangat dimungkinkan bahwa senyawa amentoflavon (dan turunannya) pada pohon damar yang tumbuh di Indonesia akan ditemukan dalam jumlah banyak karena produksi metabolit sekunder tertentu oleh tumbuhan dipengaruhi oleh aktivitas enzim-enzim yang terlibat dalam biosintesisnya, dan faktor lokasi tempat tumbuh sangat berpengaruh terhadap aktivitas enzim ini. Indonesia memiliki banyak pohon damar (spesies A. dammara dan A. alba) yang tersebar di berbagai daerah. Selain sebagai anti alzheimer, amentoflavon juga dimungkinkan memiliki aktivitas lain yang menarik, diantaranya adalah anti-HIV seperti yang telah diuji oleh para peneliti dari Taiwan dan Amerika. Pada pengujian tersebut, amentoflavon menunjukkan aktivitas yang moderat. Akan tetapi, penambahan gugus-gugus fungsi tertentu dapat meningkatkan keaktifan senyawa amentoflavon, dan hal tersebut sangat mungkin terjadi dalam proses biosintesis yang terjadi di alam sehingga dihasilkan suatu senyawa turunan amentoflavon yang aktif sebagai anti-HIV. Jadi, pada pohon damar yang tumbuh di Indonesia sangat berpotensi untuk ditemukan senyawa alam untuk pengembangan obat anti alzheimer dan anti-HIV. Oleh karena itu, penelitian mengenai kandungan senyawa biflavonoid dari pohon damar yang tumbuh di Indonesia perlu terus dikembangkan guna penemuan senyawa obat baru sehingga dengan demikian nilai guna pohon damar dapat lebih ditingkatkan. Tidak hanya sebagai ”paru-paru kota” serta untuk keperluan kayu dan getahnya.
Ketika krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1977-1978, para petani pengelola ghepong damar justru memperoleh nikmat karena, pada saat itu, harga damar satu kilo gram mencapai Rp.15.000. pada saat krisis tersebut, petani pengelola ghepong damar relatif tidak merasakan imbasnya. Mereka malah bisa berpoya-poya menikmati harga damar yang tinggi. Pada waktu itu, justru lebih banyak petani damar yang membeli sepeda motor baru, dibandingkan saat ini.
Rendahnya harga getah damar di tingkat petani tidak terlepas dari terlalu panjangnya mata rantai tata niaga. Mata rantai tata niaga di mulai dari pedagang perantara yang biasanya membeli getah damar dari petani di hutan/pekon. Dari pedagang ini barulah barang dikirim ke eksportir yang menjualnya ke Singapura dan India. Dari Singapura umumnya getah damar Lampung diekspor ke Eropa dan negara Asia Timur lainnya. Sementara itu, dari India, getah damar dijual ke berbagai negara di Timur Tengah. Mengingat panjangnya mata rantai tata niaga, ketika Pemda Lambar mengikuti pameran tunggal Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab, tahun lalu, pengusaha setempat baru tahu jika damar yang selama ini diimpornya dari India ternyata dihasilkan Indonesia. Apalagi produksi getah damar Lampung Barat merupakan terbesar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 65 persen volume ekspor getah damar Indonesia berasal dari Lampung Barat. Seiring dengan itu, juga sedang diupayakan agar damar yang diekspor sudah produk olahan berupa vernis dan getah yang sudah dimurnikan menjadi cairan. Untuk itu sedang digagas pengadaan pabrik pengolahan getah damar di Lampung Barat.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.      Hutan adalah suatu hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang di-dominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya antara satu dan lainnya tidak dapat dipisahkan (UU Kehutanan No. 41 Tahun 1999).  
2.      Pohon damar yang disebut juga kopal merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dikenal, yaitu suatu getah yang merupakan senyawa polysacarida yang dihasilkan oleh jenis-jenis pohon hutan tertentu.
  1. Keberhasilan sistem pengelolaan Damar sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi, ekonomi-bisnis, dan sosial-budaya. Faktor ekologi yang paling berpengaruh adalah tempat tumbuh yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, kemampuan peran dan fungsi ekosistem Damar terhadap ekosistem-ekosistem lainnya, dan keberadaan komposisi jenis yang beraneka ragam. Strategi pengembangan sistem pengelolaan Damar sangat ditentukan oleh aktor organisasi masyarakat petani Damar yang kuat dan mandiri, Damar merupakan salah satu tanaman kayu asli Indonesia yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Damar biasanya dimanfaatkan kayunya karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, terutama digunakan untuk pertukangan.
  2. Nilai ekonomi hutan dapat diartikan sebagai karakteristik atau kualitas barang dan jasa dari hutan yang menyebabkan barang dan jasa tersebut dapat dipertukarkan dengan sesuatu yang lain untuk menentukan manfaat atau daya gunanya untuk beberapa keuntungan dan pelayanan pasar menyediakan harga yang baik memunculkan nilai pendapatan sosial bahwa barang itu mempunyai harga dimasyarakat.

Saran
            Kita telah mengetahuai bagaimana besarnya potensi dan manfaat dari hutan. Seperti contoh sumberdaya ekonomi yang diperoleh dari pohon damar yang kayunya memiliki harga tinggi, kita harus dapat juga melestarikan tanpa menebang habis,tapi tebang lestari untuk dapat terus memperoleh manfaat ekonomi.





DAFTAR PUSTAKA
1995a. Kebun Damar di Pesisir. Laporan Lokakarya Penguatan Jaringan Sistim Hutan
Kerakyatan, Cisarua.


Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...