Paper Ekonomi
Sumberdaya Hutan Medan, April 2020
IDENTIFIKASI
MANFAAT EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN KEMIRI (Aleurites moluccana)
Dosen Penanggung
jawab:
Dr. Agus Purwoko, S.hut., M.Si
Disusun Oleh:
Paskah Prasetio Sianipar
181201210
HUT 4D

PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Makna hutan sangat bervariasi sesuai dengan spesifikasi ilmu yang
dibidangi. Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan merupakan tempat menanam
modal jangka panjang yang sangat menguntungkan dalam bentuk Hak Pengusahaan
Hutan (HPH). Menurut sudut pandang ahli silvika, hutan merupakan suatu
assosiasi dari tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pohon-pohon
atau vegetasi berkayu yang menempati areal luas. Sedangkan menurut ahli ekologi
mengartikan hutan sebagai suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai oleh
pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan berbeda dengan keadaan di luar
hutan (Arief, 2001).
Hutan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, mulai
dari pengatur tata air, paru-paru dunia, sampai pada kegiatan industri..
Sebagai salah satu sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan manusia, manfaat hutan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manfaat
tangible (langsung/nyata) dan manfaat intangible (tidak langsung/tidak nyata).
Manfaat tangible atau manfaat langsung hutan
antara lain : kayu, hasil hutan ikutan, dan lain-lain. Sedangkan
manfaat intangible atau manfaat tidak langsung hutan antara lain : pengaturan tata air, rekreasi, pendidikan, kenyamanan lingkungan, dan
lain-lain.
antara lain : kayu, hasil hutan ikutan, dan lain-lain. Sedangkan
manfaat intangible atau manfaat tidak langsung hutan antara lain : pengaturan tata air, rekreasi, pendidikan, kenyamanan lingkungan, dan
lain-lain.
Berdasarkan kemampuan untuk dipasarkan, manfaat hutan juga dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu : manfaat marketable dan manfaat non-marketable.
Manfaat hutan non-marketable adalah barang dan jasa hutan yang belum dikenal
nilainya atau belum ada pasarnya, seperti : beberapa jenis kayu lokal, kayu
energi, binatang, dan seluruh manfaat intangible hutan
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Bagaimana deskripsi kemiri?
1.2.2
Bagaimana klasifikasi
kemiri?
1.2.3
Apa saja manfaat dari
kemiri?
1.2.4
Bagaimana cara pengolahan produk
dari pohon kemiri?
1.3
Tujuan
1.3.1
Untuk mengetahui deskripsi kemiri
1.3.2
Untuk mengetahui klasifikasi kemiri
1.3.3
Untuk mengetahui manfaat kemiri
1.3.4
Untuk mengetahui cara pengolahan produk dari pohon kemiri
BAB II
ISI
2.1 Deskripsi Kemiri
Kemiri tumbuh
dengan baik pada tanah-tanah kapur, tanah-tanah berpasir di pantai. Tetapi
dapat juga tumbuh pada tanah-tanah podsolik yang kurang subur sampai yang subur
dan pada tanah-tanah latosol. Tanaman kemiri dapat tumbuh dan berproduksi baik
pada ketinggian 0 – 800 meter di atas permukaan laut, walaupun dibeberapa
tempat dapat juga tumbuh pada ketingian 1.200 meter dpl. Tanaman kemiri dapat
tumbuh pada lahan datar, bergelombang dan bertebing-tebing curam. Ditinjau dari
kondisi iklimnya, tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah-daerah yang beriklim
kering dan basah. Tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah dengan jumlah curah
hujan 1.500 – 2.400 mm per tahun dan suhu 200 – 270C.
1. Pohon
Pohon besar dengan
tinggi mencapai 40 m dan gemang hingga 1,5 m. Pepagan abu-abu, sedikit kasar
berlentisel. Daun muda, ranting, dan karangan bunga dihiasi dengan
rambut bintang yang rapat, pendek, dan berwarna perak mentega seolah
bertabur tepung. Dari kejauhan tajuk pohon ini nampak keputihan atau keperakan.
2. Daun
Daun tunggal,
berseling, hijau tua, bertangkai panjang hingga 30 cm, dengan sepasang kelenjar
di ujung tangkai. Helai daun hampir bundar, bundar telur, bundar telur lonjong
atau menyegitiga, berdiameter hingga 30 cm, dengan pangkal bentuk jantung,
bertulang daun menjari hanya pada awalnya, bertaju 3-5 bentuk segitiga di
ujungnya.
3. Perbungaan
Perbungaan dalam
malai thyrsoid yang terletak terminal atau di ketiak ujung,
panjang 10–20 cm. Bunga-bunga berkelamin tunggal, putih, bertangkai pendek.
Bunga-bunga betina berada di ujung malai payung tambahan; bunga-bunga jantan
yang lebih kecil dan mekar lebih dahulu berada di sekelilingnya, berjumlah
lebih banyak. Kelopak bertaju 2-3; mahkota bentuk lanset, bertaju-5, panjang
6–7 mm pada bunga jantan, dan 9–10 mm pada bunga betina.
4. Buah dan biji
Buah batu agak
bulat telur gepeng, 5-6 cm × 4-7 cm, hijau zaitun di luar dengan rambut beledu,
berdaging keputihan, tidak memecah, berbiji-2 atau 1. Biji bertempurung keras
dan tebal, agak gepeng, hingga 3 cm × 3 cm; dengan keping biji keputihan, kaya
akan minyak.
2.2 klasifikasi kemiri
Kemiri (Aleurites
moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan
sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat
dengan singkong dan
termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antar negara dikenal
sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut.
Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut
tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk
digunakan sebagai bahan campuran cat.Tidak diketahui dengan tepat asal-usulnya,
tumbuhan ini menyebar luas mulai dari India dan China, melewati Asia Tenggara
dan Nusantara, hingga polinesia dan Selandia Baru.
Kingdom:
|
|
Divisi:
|
|
Kelas:
|
|
Ordo:
|
|
Famili:
|
|
Genus:
|
|
Spesies:
|
A. moluccana
|
2.3 Manfaat Kemiri
Di dalam inti biji kemiri mengandung 60–66% minyak. Minyak kemiri
mengandung asam oleostearat. Minyak yang mudah atau cepat mengering ini dapat
digunakan untuk mengawetkan kayu, sebagai pernis atau cat, dapat juga dugunakan
untuk melapis kertas agar anti-air. Selain itu kandungan kemiri juga digunakan
sebagai bahan sabun, bahan campuran isolasi, pengganti karet, dan lain-lain.
Minyak kemiri juga dapat digunakan sebagai sebagai bahan bakar berkualitas
lebih rendah . Kemiri juga berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan
campuran cat dari minyak yang diektrak dari biji kemiri.
Penanaman kemiri kebanyakan hanya untuk memperoleh minyaknya
yang didapat dari buahnya. Setiap pohon akan menghasilkan sekitar 30–80 kg buah
kemiri yang mengandung 15 sampai 20% dari
beratnya mengandungminyak yang didapat dengan cara mengekstrak.
Sementara penggunaan kayu pohon
kemiri dapat digunakan untuk membuat furnitur, peralatan kecil, korek api, dan
juga untuk pulp. Sebagai bahan untuk kayu bakar pohon ini bermutu rendah maka
tidak banyak dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Di beberapa daerah seperti di
Lombok, kayu kemiri juga diolah menjadi papan dan kerajinan tangan.
Dalam bidang medis, di Pulau
Sumatera bijinya dibakar dengan arang, lalu dioleskan di sekitar pusar
untuk menyembuhkan diare. Selain itu kemiri sering juga digunakan sebagai obat
luka dengan mengoleskan minyak yang didapat dari biji kemiri yang dibakar.
Minyak kemiri sering juga dibuat sebagai bahan sampo dan penyubur rambut yang
dibuat dari bahan minyak kemiri.


2.4 Cara Pengolahan Produk Dari Kemiri
Salah satu olahan
produk yang terkenal dipasaran yag berasal dari kemiri adalah minyak rambut.
Ternyata cara pembuatan kemiri menjadi minyak rambut sangatlah mudah dan dapat
kita kerjakan sendiri. Adapun cara pengolahannya,yaitu: pertama-tama, siapkan
kemiri yang sudah dibersihkan dari cangkangnya, kemudian bakar kemiri hingga
gosong seperti arang, kemiri yang sudah gosong tersebut diblender hingga
minyaknya keluar, dan simpan minyaknya dalam wadah tertutup sebelum digunakan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
2
Minyak yang mudah atau cepat mengering ini dapat digunakan untuk
mengawetkan kayu, sebagai pernis atau cat, dapat juga dugunakan untuk melapis
kertas agar anti-air.
3
Pembuatan produk minyak rambut dari kemiri ternyata sangat mudah
dan dapat dikerjakan sendiri dengan
cara membakar kemiri hingga gosong kemudian di blender hingga minyaknya keluar.
4
Tanaman
kemiri dapat tumbuh pada lahan datar, bergelombang dan bertebing-tebing curam.
DAFTAR
PUSTAKA
Arief. 2001. Hutan dan
Kehutanan Cetakan ke 5. Yogyakarta: Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar