EKOWISATA AEK SIRAISAN (PEMANDIAN AIR SIRAISAN)
Dosen Penanggung Jawab:
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Oleh :
Amelia
Rahmi Dly
181201055
HUT
4 D
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN

PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Ekonomi SDH
adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan
produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam
kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja,
pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian
ekonomi makro.Ekonomi SDH sangat mendasar posisinya dalam pengelolaan hutan;
tanpa pertimbangan atau analisis ekonomi efisiensi pengelolaan hutan sukar
tercapai. Analisis ekonomi SDH dapat diketahui apa yang diusahakan, berapa
jumlahnya, kapan ditanam dan kapan dipanen serta berapa harga jual sehingga
pengelolaan hutan dapat menguntungkan dan berkesinambungan. Pertimbangan-
pertimbangan ekonomi tidak hanya pada kegiatan pemanfaatan hasil hutan, tetapi
juga berlaku untuk kegiatan konservasi dan rehabilitasi hutan dalam upaya
meningkatkan jasa lingkungan dari hutan.
Sumber daya
hutan memiliki kelainan (peculiaritas) atau kekhasan dalam penilaian
ekonomi.Kelainan-kelainan atau sifat-sifat khas sumberdaya hutan yang dimaksud
meliputi 1.Produk sumberdaya hutan senantiasa dalam proses produksi yang
berlainan dengan produksi dalam suatu pabrik yang meramu bahan mentah melalui
suatu proses teknologi yang dapat diatur waktunya; proses produksi sumberdaya hutan
tergantung alam memerlukan waktu lebih lama. 2. Kayu sebagai
salah satu produk utama sumberdaya hutan yang penting diambil dari pohon-pohon
beragam umur memerlukan jumlah persediaan yang cukup besar (luas dan volumenya)
dengan sendirinya menuntut proses dan manajemen yang tidak sederhana 3. Akibat
situasi di atas, massa kayu yang merupakan tegakan yang senantiasa tumbuh itu
tidak mudah dibedakan apakah merupakan produski akhir atau sebagai modal yang
sedang dalam pertumbuhan 4. Sumberdaya hutan memiliki potensi menghasilkan
sekaligus banyak komoditi dan jasa serbaguna bersamaan (joint product), dan
5.Banyak komoditi/jasa serbaguna belum terukur nilainya secara tepat oleh hukum
permintaan dan penawaran.
Sumber daya
hutan (SDH) Indonesia menghasilkan berbagai manfaat yang dapat dirasakan pada
tingkatan lokal, nasional, maupun global.
Manfaat tersebut terdiri atas manfaat nyata yang terukur (tangible)
berupa hasil hutan kayu, hasil hutan non kayu seperti rotan, bambu, damar dan
lain-lain, serta manfaat tidak terukur (intangible) berupa manfaat perlindungan
lingkungan, keragaman genetik dan lain-lain.
Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara
rendah sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi SDH yang berlebih.Hal
tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami nilai dari
berbagai manfaat SDH secara komperehensif. Untuk memahami manfaat
dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang
dihasilkan SDH ini. Sebagai
bentuk wisata, ekowisata mempunyai kekhususan tersendiri yaitu mengedepankan
konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal, dan
menghargai budaya lokal. Sehingga ekowisata banyak diminati wisatawan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya sebagai
berikut :
1.
Apa pengertian dari ekowisata ?
2.
Bagaimana latar belakang ekowisata aek siraisan (Pemandian
Air siraisan)?
3.
Apa manfaat dan fungsi yang ada di ekowisata aek siraisan (Pemandian Air siraisan)?
1.3 Tujuan Masalah
Adapun tujuan masalahnya sebagai
berikut :
1.
Untuk mengetahui pengertian
dari ekowisata.
2.
Untuk mengetahui Bagaimana latar belakang ekowisata aek siraisan (Pemandian Air siraisan)?
3.
Untuk mengetahui Apa manfaat dan fungsi yang ada di ekowisata aek milas (Pemandian Air siraisan)
BAB
II
ISI
2.1 Pengertian dari Ekowista Aek
Siraisan (Pemandian Air Siraisan)
Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu
kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan
mengutamakan aspek konservasi alam aspek
pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran
dan pendidikan. Ekowisata dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif pada
kegiatan pariwisata konvensional. Dampak negatif ini bukan hanya dikemukakan
dan dibuktikan oleh para ahli lingkungan tetapi juga para budayawan, tokoh
masyarakat dan pelaku bisnis pariwisata itu sendiri. Dampak berupa kerusakan
lingkungan, terpengaruhnya budaya lokal secara tidak terkontrol, berkurangnya
peran masyarakat setempat dan persaingan bisnis yang mulai mengancam
lingkungan, budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Pada mulanya ekowisata
dijalankan dengan cara membawa wisatawan ke objek wisata alam yang eksotis dengan
cara ramah lingkungan. Proses kunjungan yang sebelumnya memanjakan wisatawan
namun memberikan dampak negatif kepada lingkungan mulai dikurangi.
Pariwisata mulai dilirik sebagai salah satu sektor yang
sangat menjanjikan bagi perkembangan wilayah di skala global. Seiring dengan
perkembangannya, muncul konsep ekowisata berbasis masyarakat, yaitu wisata yang
menyuguhkan segala sumber daya . wilayah yang masih alami, yang tidak hanya
mengembangkan aspek lingkungan dalam hal konservasi saja, namun juga memberikan
keuntungan bagi masyarakat sekitar, sebagai salah satu upaya pengembangan
pedesaan untuk meningkatkan perekonomian lokal, dimana masyarakat di kawasan
tersebut merupakan pemegang kendali utama
2.2 Latar Belakang Dari Ekowista Aek Siraisan (Pemandian Air Siraisan)
Ekowisata
aek siraisan (Pemandian Air Pegunungan) sudah lama diketahui orang-orang dan sudah banyak pengunjung yang berwisata kesana. Letaknya berada di Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas,
Sumatera Utara. Sejak itu, pengunjug
selalu penuh sesak berdatangan ke tempat rekreasi itu. Terutama pengunjung
semakin ramai pada siang hari menjelang sore sebab airnya dingin.
Sebelum diketahui
orang-orang, tempat rekreasi yang sering
dikunjungi adalah Sungai Hapung pada saat
liburan. Hanya itulah tempat rekreasi di daerah ini pada saat itu dan lokasinya
cukup jauh dari Sibuhuan, Ibu kota Padang Lawas. Dengan diketahui banyak
orang-orang air siraisan tersebut maka
bertambahlah tempat rekreasi yang digemari di daerah ini. Pemandian air
siraisan ini berada dipinggir-pinggiran pegunungan yg ditumbuhi pepohonan yang
hijau yang menambah kesan pada pemandian tersebut . selain airnya yang dingin kita
juga bisa menikmati sauna pemandangan yang indah dan menarik .
Kami beberapa kali sudah pergi
kesana. Jika di hari biasa harga tiket masuknya hanya Rp. 5.000 tapi pada hari
libur Lebaran tiketnya Rp.10.000 bagi orang dewasa dan anak-anak Rp. 5.000.
Bagian terdalam air itu hanyalah setinggi leher orang dewasa. Jadi kedalaman air siraisan itu juga terbagi, pada satu sisi hanya sekitar 40 cm
sehingga anak yang baru belajar berdiri bisa berenang disana dengan aman.
Dengan kondisi air yang tidak dalam maka sangat cocok sebagai tempat
bermain anak-anak tentu saja harus dengan pegawasan orang tua. Tidak
mengherankan kalau betapa banyaknya anak-anak yang suka berenang disana. Tapi
pada kenyataannya sebab tempat itulah satu-satunya pemandian di daerah ini, pemandian itu itu dikungi dari semua kalangan usia. Ada yang baru
pertama kali datang karena ingin tahu ada pula yang sudah berkali-kali datang
ke tempat itu karna merasa puas dan senang seperti kami.
Pada Hari Sabtu dan Minggu pemandian itu paling
ramai pengunjungnya. Pada saat itu pada bagian depan di samping pintu masuk atau di tempat makan juga terdengar musik yang sangat digemari di daerah. Kalau
sudah lapar karena puas berenang, disana
juga tersedia makanan dan minuman seperti yang ada di tempat makan tersebut. Kita tinggal panggil pelayan yang setia menunggu
pesanan di sekitar pemandian. Tidak perlu menunggu
lama ketika pesanan itu akan datang dan langsung tersedia di bebatuan yang ada di pinggir sungai. Jadi tempat itu sangat cocok untuk bersenang-senang
bersama keluarga, terutama anak-anak. ditambah keunikannya yakni air siraisan yang bersumber dari alam. Ketika pikiran sedang kacau
dan badan sedang lelah maka pemandian air siraisan itulah solusinya. Betapa rileks dan santainya berada
di tempat itu dan ketika pulang hati pun nyaman serta badan segar.
2.3 Manfaat dan fungsi yang ada Ekowista Aek Sirana (Pemandian Air Siraisan)
Sesuai
dengan definisinya, manfaat ekowisata dapat dibagi dalam 3 poin utama, yaitu: Memberikan
pendidikan lingkungan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam,
menghormati dan menjaga keberadaan alam, lengkap dengan lingkungan
sekelilingnya. Sebagai kegiatan konservasi alam yang melibatkan partisipasi
masyarakat secara materi. Partisipasi masyarakat ini akan digunakan untuk
memelihara kelestarian hayati dan mengembangkan keberagaman hayati di wilayah
ekowisata. Kegiatan ekowisata secara tidak langsung akan membutuhkan tenaga
masyarakat sekitar untuk menjaga dan mengembangkan potensi dan keragaman
hayati. Dengan begitu, kegiatan rekreasi ini sangat berperan dalam pemberdayaan
ekonomi masyarakat sekitar.
Manfaat dari ekowisata aek siraisan (pemandian air siraisan) ini adalah sebagai tempat rekreasi dan sebagai tempat pemandian air yang dingin, tempat ini adalah sebuah pemandian dimana airnya itu dingin dari air alam gunung alami, sehingga ketika mandi disitu badan yang terasa pengap kembali menjadi segar karena bisa merilekskan, ada juga air yang tidak teralu dingin dan ada juga yang sangat dingin, karena perairannya langsung dari gunung. Tempat pemandian ini juga berada di sebuah desa jadi alamnya masih segar dan banyak pepohonan disana sehingga hawa disana itu dingin dan sejuk, sehingga ketika kita mandi di air siraisan tersebut terasa nyaman karena suasana yang masih seperti hutan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu
kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan
mengutamakan aspek konservasi alam,
aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek
pembelajaran dan pendidikan.
2. Sumber daya hutan (SDH) Indonesia
menghasilkan berbagai manfaat yang dapat dirasakan pada tingkatan lokal,
nasional, maupun global.
3. Manfaat dari ekowisata aek siraisan (pemandian air siraisan) ini adalah sebagai tempat rekreasi dan sebagai tempat pemandian air yang sangat dingin
4. Letak ekowisata aek siraisan (pemandian air siraisan) berada di Desa siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas,
Sumatera Utara
5. Pemandian air
siraisan itu dibangun sebagai tempat rekreasi dan air siraisan
tersebut berada di pinggiran pegunungan yang
disekitarnya masih hijau ditumbuhi pepohonan yang masih hijau
3.2 Saran
Sebaiknya lebih memahami dan mengerti manfaat ekonomi
sumber daya hutan baik yang diperoleh dari
ekonomi sumber daya hutan dan perusahaan maupun
masyarakat sekitar dan alam.

Sangat bermanfaat mel
BalasHapusBermanfaattt
BalasHapus