Minggu, 29 Maret 2020

Siti Rahma 181201049

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                        Medan,     Maret 2020




PEMANFAATAN EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN BERUPA JASA LINGKUNGAN DI RAJA AMPAT

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Siti Rahma
181201049
HUT 4D















PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020





KATA PENGANTAR


     Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pemanfaatan Ekonomi Sumberdaya Hutan Berupa Jasa Lingkungan Di Raja Ampat” ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
     Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan yaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.





Medan,    Maret 2020

            Penulis





BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
     Ekonomi SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat  (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi SDH  untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat. 
     Pembangunan pariwisata memiliki nilai dan keuntungan yang signifikan bagi kemajuan sektor lainnya. Namun demikian, membangun pariwisata mengharuskan banyak aktivitas yang dapat membawa dampak negatif bagi lingkungan. Untuk meminimalisasi resiko atau dampak negatif pembangunan industri pariwisata maka pembangunan pariwisata perlu dikembangkan sesuai keunikan dan kondisi wilayah yang ada. Konsep pengembangan pariwisata yang didasarkan pada keunikan dan kondisi wilayah dapat dikembangkan dengan mengimplementasikan pembangunan pariwisata ekologi (ecotourism) atau pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) dalam bentuk ekowisata.
  Pariwisata Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang makin meningkat. Apalagi pemerintah menetapkan bahwa pariwisata sebagai sarana pembangunan dapat menjadi penghasil devisa nomor dua setelah minyak dan gas bumi. Di indonesia pariwisata merupakan sumber devisa yang paling banyak, maka untuk itu di Indonesia banyak obyek sekali pariwisata. Kembali ke daya tarik wisata alam, penulis mengambil tema yang erat kaitanya dengan alam dan keindaha wisata Baharinya. Destinasi wisata Bahari Raja Ampat merupaka tempat wisata yang berada di Propinsi Papua Barat Kabupaten Raja Ampat, merupakan sekelompok pulau yang berlokasi di Provinsi Papua Barat. Keindahan Pulau ini menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu ikon wisata bawah laut terpopuler di Indonesia. Terdapat satu hal yang menjadi ciri khas Raja Ampat yakni pemandangan bawah lautnya yang menakjubkan. Memang, sejak dahulu kawasan pulau raja ampat papua selalu menjadi daya tarik tersendri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. 
  Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggung jawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata. Istilah “ekowisata” dapat diartikan sebagai perjalanan oleh seorang turis ke daerah terpencil dengan tujuan menikmati dan mempelajari mengenai alam, sejarah dan budaya di suatu daerah, di mana pola wisatanya membantu ekonomi masyarakat lokal dan mendukung pelestarian alam. Pembangunan infrastruktur pariwisata secara berlebihan justru pada akhirnya menyebabkan perlindungan terhadap keunikan kawasan wisata menjadi tersisih dikalahkan oleh industri pariwisata massal. Padahal salah satu tujuan ekowisata harus mampu manjabarkan nilai kearifan lingkungan dan sekaligus mengajak orang untuk menghargai apapun yang walaupun tampaknya teramat sederhana. Eksotisme alam Papua selalu mengandung daya hipnotis yang kuat bagi traveler manapun. Kondisi Papua yang berupa kepulauan, menghadirkan pesona alam tersendiri. Salah satunya, destinasi spektakule, Pantai Raja Ampat.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Bagaimana Lokasi dan Karakteristik Raja Ampat ?
  2. Apa saja Bentuk Pemanfaatan yang diberikan Oleh Raja Ampat ?
  3. Jelaskan Keguanaan dan Manfaat yang diperoleh dari Raja Ampat ?

1.3 Tujuan
  1. Untuk Mengetahui Lokasi dan Karakteristik Raja Ampat
  2. Untuk Mengetahui Bentuk Pemanfaatan yang diberikan Oleh Raja Ampat
  3. Untuk  Mengetahui Keguanaan dan Manfaat yang diperoleh dari Raja Ampat





BAB II
ISI


2.1 Lokasi Dan Karakteristik Raja Ampat
     Secara geografis, wisata alam  ini berada di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Posisinya berada di belahan barat kepala burung Pulau Papua. Luas kawasan ini sekitar 4,5 juta hektar dan didominasi oleh perairan (85%). Sebagian kecil lain, yaitu daratan yang berupa gugusan pulau. Jumlahnya bisa mencapai 600 pulau; bahkan lebih. Jumlah tersebut, menunjukkan sebuah kawasan yang memang sangat berpotensi menjadi destinasi wisata bahari unggulan.




     Kepulauan ini merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak tahun 2003 yang mencakup 12 Kecamatan dan 88 desa. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau dengan Empat diantaranya pulau besar, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Dari 610 pulau tersebut, hanya 35 pulau saja yang berpenghuni. Dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, hanya 6.000 km2 berupa daratan, sedangkan 40.000 km2 sisanya adalah lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Kepulauan Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini. 
      Kepulauan ini berada di bagian paling barat pulau induk Papua, Indonesia, membentang di area seluas kurang lebih 4,6 juta hektar.  Raja Ampat memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.104  jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang. Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah. Potensi menarik lain adalah pengembangan usaha ekowisata dan wilayah ini telah pula diusulkan sebagai Lokasi Warisan Dunia (World Herritage Site) oleh Pemerintah Indonesia. Melihat posisinya di kawasan segitiga terumbu karang, yang tepat pada pusat keragaman terumbu karang dunia, maka laut di Kepulauan Raja Ampat diindikasikan sebagai kawasan yang paling kaya keragaman hayatinya di dunia. 
    Kumpulan terumbu karang yang luas dan kaya ini membuktikkan bahwa terumbu karang di kepulauan ini mampu bertahan terhadap ancamanancaman seperti pemutihan karang dan penyakit, dua jenis ancaman yang kini sangat membahayakan kelangsungan hidup terumbu karang di seluruh dunia. Kuatnya arus samudra di Raja Ampat memegang peran penting dalam menyebarkan larva karang dan ikan melewati samudra Hindia dan Pasifik ke ekosistem karang lainnya. Kemampuan tersebut didukung oleh keragaman dan tingkat ketahanannya menjadikan kawasan ini prioritas utama untuk dilindungi. Kepulauan Raja Ampat adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Kawasan Bentang Laut Kepala Burung, yang didalamnya termasuk teluk Cendrawasih, Taman Laut Nasional terbesar di Indonesia

2.2 Bentuk Pemanfaatan yang diberikan Oleh Raja Ampat
  1. Menjelajahi dan menikmati keindahan alam bawah laut yang sangat menakjubkan. Terdapat banyak sekali biota laut dan juga batu karang yang sangat indah di dasar lautan. Dengan menjelajahi dasar lautan, kita bisa menikmati keindahan tersebut sekaligus mempelajari banyak hal baru. Kegiatan menjelajahi alam bawah laut sering disebut dengan Sea Walker yang berarti menjelajahi lautan. Kegiatan menjelajahi ini biasanya sering dilakukan disekitar pantai atau perairan dangkal.
  2. Diving dan juga Snorkeling. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan peralatan menyelam. Tujuan kegiatan ini selain untuk rekreasi juga sebagai sarana untuk mempelajari keragaman kehidupan yang ada di lautan.
  3. Olahraga Air. Jenis kegiatan seperti Speedboat, berselancar dan Mengayuh perahu masuk dalam kategori ini. 
  4. Menikmati hasil laut. Bagi yang gemar menikmati ikan, jenis kegiatan ini pasti tak akan pernah terlewatkan. Menikmati hasil laut yang didapat secara langsung dari lautan tentu memiliki cita rasa yang berbeda. 
  5. EkoWisata Bahari atau yang lebih dikenal dengan kegiatan konservasi bertujuan memberikan pengetahuan pada wisatawan untuk menjaga ekosistem pantai dan laut dari kerusakan


    Raja Ampat bisa dibilang bagi pecinta wisata bahari maupun penyelam. Khusus bagi para penyelam, keindahan bawah laut perairan di Raja Ampat, adalah daya tarik utama mereka. Pantai Raja Ampat memilki empat pulau yang berukuran besar. Keempatnya, seperti Pulau Batanta, Pulau Waigeo, Pulau Salawti, dan Pulau Misool. Di kawasan kepulauan ini, tak hanya keindahan pantai Raja Ampat saja. Raja Ampat juga menyimpan mutiara berharga yang langka keberadaannya. Apa itu? Spesies ikan pari manta, hiu abu-abu, kuda laut, penyu, ikan duyung, ikan barkuda, ikan tuna, dan lain-lain. 
    Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.
    Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
   Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.wan yang datang ke sana, sekadar ingin mereguk kenikmatan alam Raja Ampat. 
     Kekayaan Raja Ampat tidak sebatas pada kekayaan bawah lautnya saja, tetapi juga di daratannya yang begitu kaya, lihat saja begitu banyak jenis burung yang terdapat di Raja Ampat. Sebut saja burung Cenderawasih yang terkenal endemik di Papua, di Raja Ampat sendiri terdapat 39 spesies jenis burung ini. Kemudian kekayaan floranya yang melimpah. Di antara keanekaragaman flora ini, terdapat banyak tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk pengobatan tradisional. Sebagai contoh ada tanaman Pulai (Alstonia scholaris) dan Ketepeng (Cassia tora) yang memiliki manfaat untuk mengobati penyakit Malaria. Dan kita tahu bersama bahwa penyakit Malaria merupakan epidemi penyakit di kawasan Papua termasuk di dalamnya Kabupaten Raja Ampat ini sendiri. 
         Pulau ini juga mempunyai pantai yang cukup indah dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai aset wisata. Selain itu, wilayah daratan Kabupaten Raja Ampat, juga menyimpan potensi sumber daya alam berupa tanaman perkebunan seperti kelapa, coklat dan sagu


2.3 Kegunaan dan Manfaat Ekonomi yang diperoleh oleh Raja Ampat
     Keguanaan dan Manfaat yang diperoleh oleh Raja Ampat berupa :
1) Meningkatkan Ekonomi. Jenis wisata kelautan akan memiliki dampak secara langsung pada warga masyarakat disekitar pantai dan lautan. Warga sekitar bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari menawarkan jasa maupun produk kepada wisatawan.Adapun sektor ekonomi juga akan bergerak ke arah positif seiring dengan semakin cepatnya perputaran uang dan jasa di suatu wilayah.
2) Meningkatkan pendapatan daerah. Pendapatan daerah dari sektor wisata akan naik secara signifikan. 
3) Sarana Konservasi. Setiap wisatawan bisa mengetahui beragam hal yang berkaitan dengan dunia kelautan dan diharapkan hal tersebut bisa menambah kesadaran untuk menjaga kelestarian alam. 
4) Sarana Pendidikan. Tiada hal yang lebih baik dari belajar secara langsung dengan melihat dan mengetahui objek yang sedang dipelajari. Dengan melakukan kegiatan rekreasi bahari setiap wisatawan akan mendapatkan pengetahuan mengenai banyak hal yang berkaitan dengan kelautan











KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
  1. Ekonomi SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat  (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro.
  2. Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggung jawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata.
  3. Secara geografis, wisata alam  ini berada di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Posisinya berada di belahan barat kepala burung Pulau Papua.
  4. Pemanfaatan yang diberikan oleh Raja Ampat adalah snorkling dan diving, oalahraga air, menikmati hasil laut, wisata bahari.
  5. Kegunaan dan manfaat yang diperoleh adalah meningkatkan ekonomui, meningkatkan pendapatan daerah, sarana konservasi, sarana pendidikan


Saran 
  Sebaiknya mahasiswa lebih banyak membaca dan mencari informasi dari berbagai sumber agar pengetahuannya lebih luas dan mempemudahnya dalam penulisan seperti ini,






DAFTAR PUSTAKA


Alam S, Supratman, Muhammad AKS. 2009. Ekonomi Sumberdaya Hutan. Universitas Hasanuddin 

Birgantaro BA dan Dodik RN. 2007. Pemanfaatan Sumberdaya Hutan oleh Masyarakat di KPH Banyuwangi Utara Forest Resource Utilization by People in KPH Banyuwangi Utara. 13 (3) : 172-181

Maturan MR. 2018. Daya Tarik Ekowisata Bahari Raja Ampat Papua Barat


10 komentar:

Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...