Senin, 30 Maret 2020

Daniel Efrando Sitorus (181201131)


Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan                 Maret 2020

PEMANFAATAN ROTAN 
(Calamus Ra sp.)SEBAGAI EKONOMI
SUMBERDAYA HUTAN BAGI MASYARAKAT


Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

   Oleh :

Daniel Efrando Sitorus

181201131

HUT 4 D

















PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


                                                  KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan paper Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Pemanfaatan Ekonomi Sumberdaya Hutan Rotan (Calamus sp.) Sebagai Ekonomi Sumberdaya Hutan Bagi Masyarakat” ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Ekonomi Sumberdaya. Dalam penyelesaian paper ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

Oleh sebab itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah mengajarkan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini.

Penulis sadar bahwa dalam penulisan paper ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknik maupun materi. Oleh sebab itu, penulis sangat mengaharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar paper ini berguna bagi orang-orang yang membutuhkannya.


Medan,    Maret 2020



                                                                                                 Penulis










DAFTAR ISI

Halaman



KATA PENGANTAR
.......................................................................................    i

DAFTAR ISI.......................................................................................................   ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.........................................................................................   1

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................   2

1.3 Tujuan.......................................................................................................   2

BAB II ISI

2.1 Gambaran Umum Sumberdaya Kehutanan Rotan...................................   3

2.2 Bentuk Pemanfaatan Rotan.....................................................................   4

2.3 Kegunaan Dan Manfaat Ekonomi Rotan.................................................   5

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ....................................................................................................   6

Saran...............................................................................................................   6

DAFTAR PUSTAKA






























BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Hutan merupakan sumber plasma nutfah yang memiliki potensi untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia seperti papan, pangan hingga obatobatan. Banyak manfaat yang bisa diambil langsung dari hutan salah satunya adalah hasil hutan non-kayu seperti hewan buruan, tumbuhan pangan, madu, tumbuhan obat dan juga tumbuhan untuk kerajinan tradisional seperti anyaman.Rotan merupakan salah satu tumbuhan hasil hutan non kayu yang banyak digunakan sebagai bahan anyaman, keperluan tali temali maupun untuk dijadikan sayuran. Rotan potensial untuk dikembangkan sebagai bahan perdagangan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor (Simanjuntak et al., 2016).

Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu dinyatakan hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan. Hasil hutan bukan kayu meliputi rotan, bambu, getah, daun, kulit, buah, dan madu serta masih banyak lagi. Jenis tumbuhan tersebut beberapa diantaranya bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dijadikan produk olahan. Beraneka ragam jenis hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar hutan (Nono, 2017).

Pemanfaatan hasil hutan non-kayu di Indonesia sudah sejak lama dilakukan oleh penduduk di sekitar hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan pemungutan dan pengusahaan hasil hutan non-kayu mempunyai peranan yang cukup besar dalam mengurangi pengangguran dan sebagai sumber mata pencaharian. Salah satu hasil hutan non-kayu yang dikenal oleh masyarakat di sekitar hutan adalah rotan. Rotan digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan hidup sehari-hari, bahkan di beberapa tempat telah menjadi pendukung perkembangan budaya masyarakat setempat. Rotan sebagai salah satu komoditi yang mulai dapat diandalkan untuk penerimaan negara telah dipandang sebagai komoditi perdagangan hasil hutan non kayu (HHNK) yang cukup penting bagi Indonesia. Hasil hutan non kayu umumnya dikelola oleh masyarakat yang bermukim di sekitar hutan. Oleh karena itu, selain menjadi sumber devisa negara, HHNK seperti rotan, daging binatang, madu, damar, gaharu, getah, berbagai macam minyak tumbuhan, bahan obat, dan lainnya sebagainya merupakan sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat
(Situmorang et al., 2014).

Identifikasi sumberdaya hutan, pemanfaatannya oleh masyarakat serta nilai ekonminya menjadi salah satu aspek penting yang dapat menunjang dalam penyusunan program maupun kebijakan dalam pengelolaan KPH. Masyarakat sejak lama telah bergantung dan memanfaatkan sumberdaya hutan baik kayu maupun bukan kayu. pemanfaatan hasil hutan bukan kayu umumnya untuk kebutuhan atau kepentingan sendiri di desa serta untuk bahan kerajinan masyarakat. Pada satu sisi, pemanfaatan sumberdaya hutan oleh masyarakat menjadi ancaman serius yang menimbulkan gangguan seperti pembalakan liar, perburuan, pembukaan lahan untuk ladang/kebun, hingga kebakaran hutan. Sementara, di sisi yang lain, telah ditetapkan bahwa untuk kesejahteraan seluruh masyarakat maka pengelolaan dan pemanfaatan hutan adalah untuk memperoleh manfaat yang optimal, dilaksanakan dengan adil serta dengan tetap menjaga kelestariannya. Masyarakat yang berdiam di sekitar hutan memiliki keterikatan dengan sumberdaya hutan untuk menunjang kebutuhan mereka
(Hastari dan Yulianti. 2018).

1.2 Rumusan masalah

1.    Bagaimana gambaran umum sumberdaya kehutanan rotan?

2.    Apa bentuk pemanfaatan rotan?

3.    Apa kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh dari rotan?

1.3  Tujuan    

1.    Untuk mengetahui gambaran umum sumberdaya kehutanan rotan?

2.    Untuk mengetahui bentuk pemanfaatan rotan?

3.    Untuk mengetahui kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh dari rotan?






















BAB II

ISI

2.1 Gambaran Umum Sumberdaya Kehutanan Rotan




Tellu (2005) menyatakan bahwapengelompokan jenis-jenis rotan umumnya didasarkan atau  persamaan cirri-ciri karakteristik morfologi organ tanaman, yaitu: akar, batang, daun, bunga, buah dan alat-alat tambahan. Dalam ilmu taksonomi tumbuhan, rotan diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Arecales Famili : Palmae      (Arecaceae) Sub Famili : Calamoideae Genus : Calamus Spesies : Calamus caesius


Hutan Indonesia memiliki potensi hasil hutan bukan kayu yang cukup tinggi.Walaupun demikian, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) masih kurang optimal dimanfaatkan karena pengusahaan hutan selama ini cenderung terorientasi pada hasil hutan kayu. Rotan adalah salah satu sumber kekayaan hayati di Indonesia dan merupakan hasil hutan non-kayu yang sangat berpotensi. Di daerah pedesaan, rotan biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan anyaman, keperluan tali-temali,maupun untuk keperluan lainnya. (Utami et al., 2017).

Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, hasil kerajinan rotan yang telah dibuat oleh masyarakat tersebut dipamerkan dan dipasarkan. Semua hasil kerajinan tangan, seperti topi, tempat buah, penutup lampu, gelas hias dan lain-lain dan akan dipasarkan. Dengan melihat banyaknya peminat barang-barang kerajinan rotan dan gelas hias dari sini dapat dilihat bahwa produk rotan menarik minat. Masyarakat membuat sendiri kerajinan rotan , seperti topi, vas bunga dan lain-lain dang hasil kerajinan tersebut masyarakat menjual kerajinannya dan memperoleh sumber ekonomi dari pengolahan rotan (Nur et al/. 2017).

Rotan merupakan bahan lokal yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat  dapat dilihat dari banyaknya penggunaan rotan dan bambu pada berbagai keperluan masyarakat, misalnya untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan kerajinan tangan.  Rotan merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup tinggi, yang umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah pegunungan, memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Hampir seluruh bagian rotan dapat digunakan sebagai konstruksi kursi dan pengikat (Linda et al., 2017).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai jenis rotan, masyarakat di pedalaman Siberida Propinsi Riau memanfaatkan rotan Calamus ciliaris dan Calamus exilis sebagai bahan pengikat dalam pembuatan rumah. Di Indonesia terdapat delapan marga rotan dari delapan genera tersebut dua genera rotan yang bernilai ekonomi tinggi adalah Calamus dan Daemonorops. Jenis-jenis tumbuhan rotan yang terdapat di hutan rakyat sekitar 23 jenis rotan yang bernilai ekonomi diantaranya jenis Calamus caesius, Calamus trachycoleus, Calamus javnesis, Calamus manan Miquel dan Calamus scipionum yang termasuk komersial dan merupakan jenis andalan setempat Kabupaten Katingan (Jasni et al., 2012).

2.2 Pemanfaatan Rotan Sebagai Ekonomi Sumberdaya Hutan Bagi Masyarakat

Menurut Kalima (2008) rotan merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup tinggi, yang umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah pegunungan, memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Hampir seluruh bagian rotan dapat digunakan baik sebagai konstruksi kursi dan pengikat (Kusnaedi & Pramudita, 2013). Jumiati et al. (2012) salah satu sumber hasil hutan non-kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah spesies-spesies rotan yang banyak digunakan baik sebagai bahan anyaman, keperluan tali temali maupun untuk dijadikan bahan sayuran.

Masyarakat biasanya memanfaatkan  rotan sebagai bahan kerajinan anyaman. Misalnya penangkin, bidai, tali untuk pengikat perabotan seperti bakul, nyiro, ragak, bubu perangkap ikan, dan biasanya juga masyarakat setempat memanfaatkan rotan sebagai tali penikat atap daun sagu untuk atap rumah. Sebagian masyarakat Desa Suruh Tembawang memanfaatkan rotan dalam kehidupan mereka, dari pemanfaatan makanan dan anyaman / kerajinan. Rotan memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari mereka yang mempunyai banyak manfaat diantaranya, digunakan untuk anyaman, bahan makanan, tali temali dan untuk upacara adat/keagaman.Rotan di daerah ini tumbuh secara alami, tetapi ada juga yang di tanam di kebun. Biasanya rotan yang ditanam adalah rotan yang sudah langka dan susah di dapatkan lagi di hutan seperti rotan sega. Rotan yang diambil dari hutan oleh masyarakat biasanya digunakan sendiri dan untuk dijual (Suzana et al,,  2011).


Rotan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam kegiatan keseharian dan masyarakat mengambil rotan lansung dari hutan. Rotan tumbuh secara alami terutama di hutan primer, hutan sekunder seperti perkebunan (karet, durian dan tengkawang), tembawang dan tepi sungai. Keberadaan rotan cukup berlimpah di hutan karena keberadaan hutannya yang masih lestari dan masuk dalam Kawasan Hutan lindung Gunung Naning dan Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Batang rotan memiliki kelenturan dan kekuatan luar biasa, oleh karena itu batang rotan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk perabotan rumah tangga, hiasan-hiasan dan alat pendukung sehari-hari (Riantono et al., 2018).

Jenis-jenis rotan pilihan ini dapat dikatakan sebagai primadona dalam pembuatan anyaman karena memiliki kualitas yang bagus , mudah di anyam, warna alami, batang yang lebih baik dari jenis jenis rotan lainnya. Rotan pilihan tersebut adalah rotan lilin, semambu, segadan jermasin. Rotan pilihan tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Rotan lilin dikenal karena kualitasnya bagus mudah dianyam. Digunakan masyarakat untuk membuat anyaman kursi, lemari, keranjang, pot bunga, tudung saji, pangkong tilam, tempat tissu, tempat aqua gelas dan rak TV. Rotan semambu memiliki warna coklat kemerahan kalau kering, memiliki kualitas yang kuat, panjang batang sampai dengan 20 m. Digunakan  untuk membuat anyaman kursi, lemari, keranjang, tudung saji pot bunga, tempat tissu,rak TV. Rotan sega memiliki kualitas yang bagus, mudah dianyam. Digunakan masyarakat untuk membuat anyaman kursi, lemari, keranjang,  tudung saji,  pot bunga, tempat tissu. Rotan jermasin memiliki batang berwarna hijau kekuningkuningan  dan tempat tumbuh hutan dataran rendah, dan batang kuat (Simanjuntak et al., 2016).

2.3 Kegunaan Dan Manfaat Ekonomi Yang Diperoleh Dari Rotan

Tanaman rotan yang sudah ada perlu dibudidayakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas rotan dan bambu yang dihasilkan, agar produksi yang dihasilkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga rotan dan bambu dapat berkontribusi dalam pendapatan masyarakat. Kegiatan ekonomi memerlukan suatu biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu produk yang di hasilkan. Biaya produksi yang di keluarkan oleh masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan rotan yaitu biaya peralatan, biaya akomodasi dan biaya tranportasi. Masing-masing biaya produksi. Memanfaatkan rotan yang dapat menunjang kebutuhan keseharian masyarakat. Rotan diambil masyarakat setempat langsung dari hutan dan digunakan langsung atau diolah terlebih dahulu sebagai bahan keperluan masyarakat (Situmorang et al., 2014).

Pemanen rotan tidak menjual rotannya dalam bentuk rotan basah (mentah), hal ini dikarenakan semakin menurunnya produktivitas industri rotan akibat larangan ekspor. Namun sejak larangan ekspor rotan dicabut, maka para pencari rotan mulai menjual rotan basah terutama kepada pengumpul/penampung rotan. Rotan mentah dijual seharga Rp. 1500/kg kepada para penampung yang akan membawa rotan hasil masyarakat tersebut ke luar desa untuk selanjutnya dijual kepada pembeli Rotan. Karena harga yang rendah, masyarakat kemudian memilih mengolah rotan yang didapat menjadi berbagai bentuk kerajinan rotan yang selanjutnya akan dijual kepada penampung hasil-hasil kerajinan rotan, untuk selanjutnya dipasarkan ke luar Kalimantan seperti Jawa dan Bali. Harga jual tiap kerajinan bervariasi tergantung kepada bentuk dan kerumitan pengerjaan, berkisar antara Rp. 35.000 – Rp. 150.000 (Hastari dan Yulianti. 2018).

BAB III

                                                              PENUTUP

3.1  Kesimpulan

1.    Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat.

2.    Rotan merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup tinggi, yang umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah pegunungan, memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

3. Rotan memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari mereka yang mempunyai banyak manfaat diantaranya, digunakan untuk anyaman, bahan makanan, tali temali dan untuk upacara adat/keagaman.

4.    Pemanen rotan tidak menjual rotannya dalam bentuk rotan basah (mentah), hal ini dikarenakan semakin menurunnya produktivitas industri rotan akibat larangan ekspor.

5.    Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, hasil kerajinan rotan yang telah dibuat oleh masyarakat tersebut dipamerkan dan dipasarkan.

3.2  Saran

           Sebaiknya pemanfaatan rotan lebih diperhatikan oleh pemerintah maupun pengerajin agar lebih bisa meningkatkan nilai jual baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga mampu menjadi produk primadona di Indonesia dan mampu bersaing di luar negeri.






















DAFTAR PUSTAKA

Hastari, B., dan Yulianti, R. 2018. Pemanfaatan dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu di KPHL Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis6(2), 145-153.

Jasni, et al., 2012, Atlas Rotan Indonesia Jilid 3, Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Bogor.

Linda, F., & Riza Linda, R. 2017. Pemanfaatan Rotan dan Bambu yang Bernilai Ekonomis oleh Masyarakat Suku Dayak Kanayatn di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Protobiont, 6(3).

Nono, 2017. Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Oleh Masyarakat Di Desa Labian Ira’ang Dan Desa Datah Diaan Di Kabupaten Kapuas Hulu. Universitas Tanjung Pura. Pontianak. JURNAL HUTAN LESTARI (2017) Vol. 5 (1) : 76 – 87

Nur, S., Marlina, M., dan Murniana, M. 2017. Pemanfaatan Rotan Sebagai Souvenir Khas Sabang Dalam Usaha Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 18(2).

Simanjuntak, N., Idham, M., & Ardian, H. 2016. Pemanfaatan Rotan Sebagai Bahan Kerajinan Anyaman di Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan Lestari, 4(3).

Situmorang, R., Batubara, R. dan Afiffuddin. 2014. Pemanfaatan Dan Pemasaran Rotan Oleh Masyarakat Kabupaten Samosir. 1(1).

Tellu, AT. 2005. Kunci identifikasi rotan (Calamus spp.) asal Sulawesi Tengah berdasarkan struktur anatomi batang”. Biodiversitas 2: 113-117.

Utami, S., Wardenaar, E., dan Idham, M. 2017. Studi Pemanfaatan Rotan Oleh  Masyarakat Dusun Kebak Raya Di Kawasan Hutan Desa Suruh Tembawang Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari. 5 (3) : 578 – 582.



28 komentar:

  1. Sangat membantu buat orang yang sedang kesusahan

    BalasHapus
  2. Kira kira pop mie klo campur nasi kenyang ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn pake nasi dungs dah biasa pasti auto kenyang dan nambah,kalo makan pop mi biar lebih spesial taburin Ceres dan bubur kacang hijau yah..silakan dicoba

      Hapus
  3. Keju Mazerolla khas malangnya kak

    BalasHapus
  4. Udah rapi dongg..Tingkatin bg

    BalasHapus
  5. Blog yang bagus, bisa lah menghilangkan kegabutan yang hakiki ini

    BalasHapus
  6. Wow, super sekali..
    Dengan membaca blog ini wawasan saya menjulang tinggi

    BalasHapus
  7. Link kita bicarakan nanti ya
    Tunggu berita hot terbaru oke

    BalasHapus

Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...