Rabu, 01 April 2020

Steven Unedo Butar-Butar 181201143


Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                                        Medan, Maret   2020

PEMANFAATAN GETAH POHON PINUS (Pinus merkusii)

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Steven Unedo Butar-Butar
181201143
HUT 4D


                                                                                   

Logo Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) « Coretan ...







 PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pemanfaatan Getah Pohon Pinus (Pinus merkusii) ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutanyaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.



Medan,  Maret 2020

            Penulis





                                                                            DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI.......................................................................................................    i
KATA PENGANTAR.......................................................................................   ii
BAB I  PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang......................................................................................   1
          1.2 Rumusan Masalah.................................................................................   2
          1.3 Tujuan....................................................................................................   2
BAB II ISI
2.1 Habitat dan Sebaran dari getah pohon pinus.........................................   3
2.2 Manfaat dari getah pohon pinus bagi kesehatan....................................   5
2.3 Produksi dan manfaat ekonomi dari  getah pohon pinus.......................   6
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................   8
3.2 Saran......................................................................................................   8
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Pohon Pinus adalah pohon yang rindang dan mempunyai banyak manfaat untuk manusia sebagai Obat. Pohon ini banyak dijumpai didaerah yang berbukit dan pegunungan serta sekarang sudah di tanam sebagai  pohon Industri. Pinus merkusii (Pinus) adalah salah satu tanaman monokotil yang mempunyai ciri khas dengan daunnya yang memipih seperti jarum dan berkelompok atau berupa sisik. Strobilus jantan dan strobilus betina dalam satu pohon, mempunyai ukuran strobilus jantan lebih kecil dibandingkan dengan strobilus betina (berkayu), terletak aksilaris. Pohon berkayu (woods), strobilus bentuk conus.
             Selain termasuk jenis tanaman cepat tumbuh (fast growing species), jenis pinus ini merupakan jenis pinus yang tidak memerlukan syarat-syarat tempat tumbuh yang khusus sehingga mudah untuk dibudidayakan bahkan pada tempat yang kering.Tidak hanya kayunya saja yang dapat dimanfaatkan, HHBK jenis getah yang dihasilkan Pinus merkusii ini juga dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Kedua hasil olahan destilasi getah pinus ini sangat bermanfaat sebagai bahan baku di berbagai industri. Oleh karena itu, Pinus merkusii sangat berpotensi untuk diusahakan.
      Getah yang dihasilkan pohon pinus termasuk kedalam jenis oleoresin yang merupakan cairan asam resin.  Getah pohon pinus ini didapatkan jika batang pohon pinus dilukai (disadap) baik dengan menggunakan metode koakan maupun metode bor. Getah pohon pinus muali bisa dipanen mulai pada saat  umur pohon pinus mencapai 10 tahun.Getah pohon pinus dapat diolah menjadi terpentin dan gondorukem melalui tahap penyulingan atau destilasi langsung maupun tidak langung. Gondorukem merupakan fraksi padat yang dihasilkan dari proses penyulingan, sedangkan terpentin merupakan fraksi cair.
            Gondorukem dan terpentin yang dihasilkan dari getah Pinus merkusii memiliki karakteristik yang berbeda dengan gondorukem dan terpentin yang dihasilkan pinus jenis lainnya. Gondorukem dan terpentin yang dihasilkan ini memiliki berbagai manfaat. Gondorukem biasanya dimanfaatkan untuk bahan sizing produk kertas dan produk sabun, bahan campuran dalam cat, vernis, tinta, plastik, dan ban, sedangkan terpentin digunakan sebagai pengencer dan pelarut, serta sebagai bahan baku industri aromatic dan disinfectan.
               Tanaman Pinus merkusii  secara morfologinya memiliki tujuh bagian, yaitu mulai dari akar, batang, tangkai, daun, bunga, buah dan biji yang masing-masing berciri khas serta mempunyai fungsi yang berbeda pula untuk tumbuhan itu sendiri. Bentuk-bentuk dari bagian tanaman Pinus merkusii (morfologi) terbilang cukup menarik untuk diamati, lihat saja pada bagian batangnya yang memperlihatkan retak-retak, biasanya berwarna coklat. Kemudian yang akan dibahas mengenai morfologi Pinus merkusii  adalah mengenai bentuk luar dari masing-masing bagian tanaman tadi, dan apa saja manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini untuk kita sebagai manusia. Hasil dari getah pinus itu bisa menghasilkan minyak terpenting yang mengandung senyawa terpentin yakni salah satu isomerhidrokarbon tak jenuh dari C10H163 terutama monoterpence alfa-pinene dan beta-pinene, terpentin biasanya digunakan sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak untuk bahan campuran vernis yang bias kita gunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu dan bisa untuk bahan baku kimia lainnya

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana habitat dan sebaran  dari getah pohon pinus?
  1. Bagaimana manfaat getah pohon pinus bagi kesehatan?
  2. Bagaimana produksi dan manfaat ekonomi dari getah pohon pinus?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui habitat dan sebaran dari getah pohon pinus.
  1. Untuk mengetahui manfaat getah pohon pinus bagi kesehatan.
  2. Untuk mengetahui bagaimana produksi dan manfaat ekonomi dari getah pohon.

BAB II
ISI
2.1 Habitat dan Sebaran dari getah pohon pinus
               Pohon pinus memiliki akar tunggang dengan sistem perakaran yang cukup dalam dan kuat sehingga dapat tumbuh di tanah yang dalam/tebal dengan tekstur tanah ringan sampai sedang. Jenis pinus ini juga tidak memiliki syarat tinggi untuk jenis tanah tempat tumbuhnya karena pohon pinus dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah bahkan pada tanah dengan pH asam.Pinus merkusii dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, namun tempat tumbuh terbaik bagi jenis pohon pinus ini berada pada ketinggian tempat antara 400-2000 mdpl. Pohon pinus yang ditanam pada ketinggian tempat kurang dari 400 mdpl akan menyebabkan pertumbuhannya tidak optimal karena suhu udara yang terlalu tinggi. Selain itu, pertumbuhan pohon pinus yang ditanam di ketinggian tempat lebih dari 2000 mdpl juga tidak akan optimal karena terhambatnya proses fotosintesis.
Tempat tumbuh yang baik bagi jenis pinus ini memiliki curah hujan 1200-3000 mm/tahun dan jumlah bulan kering 0-3 bulan. Di Pulau Jawa, Pinus merkusii dapat tumbuh baik pada tempat yang memiliki ketinggian di atas 400 mdpl dengan curah hujan 4000 mm/tahun Pohon Pinus merkusii dapat tumbuh hingga tingginya mencapai 20-40 meter dengan diameter 70-90 cm, bahkan pada pohon pinus yang sudah tua diameter pohon dapat mencapai 100-145 cm. Batang bebas cabang pohon pinus sekitar 2-23 meter.
Pada kondisi tegakan tertutup bentuk batang pohon pinus akan lurus, namun pada kondisi tegakan terbuka/jarang batangnya akan bengkok.  Batang pohon pinus tidak berbanir dan memiliki kulit batang relatif bertekstur kasar serta beralur dalam. Kulit batang pohon pinus ini berwarna coklat kelabu hingga coklat tua dan tidak mudah mengelupas.
               Daun pohon pinus berbentuk jarum dan pada bagian pangkalnya terdapat sarung sisik yang mengelilingi dua daun jarum.  Panjang daun pohon pinus kurang lebih 10-20 cm. Pohon pinus berbunga (membuat strobilus) dan berbuah sepanjang tahun, terutama bulan Juli-November. Bunga jantan seperti bulir tertumpuk pada pangkal tunas muda, sedangkan bunga betina terkumpul pada ujung tunas muda dalam jumlah yang sedikit.Biji pohon pinus yang baik memiliki warna kulit kering kecoklatan dan berbentuk bulat padat serta tidak berkerut. Buah pohon pinus sendiri berbentuk kerucut.Tajuk pohon pinus memiliki bentuk yang khas yaitu berbentuk kerucut, tidak terlalu lebar dan agak rapat pada pohon yang muda, sedangkan pada pohon yang tua bentuk tajuknya seperti limas dan agak jarang.
berbunga dua, penyerbukan dibantu oleh serangga ataupun angin. Bunganya memiliki ukuran yang relatif kecil dan memiliki 3 putik pada bunga betina, sedangkan bunga jantan mempunyai 5 benang sari. Tumbuhan ini juga memiliki buah yang berbentuk bulat, bulat oval, atau lonjong. Buahnya memiliki sisik buah berbentuk trapesium dan tersusun secara vertikal dari toksis buah. Sistem perakaran rotan berupa sistem perakaran serabut. Warna akarnya juga bervariasi mulai dari putih keabu-abuan, kekuning-kungan hingga kehitam-hitaman.
Kriteria
 Keterangan
Kingdom
Plantae
Subkingdom
Tracheobionta
Divisi
Spermatophyta
Sub Divisi
Gmnospermae
Ordo
Conifer
Famili
Pinaceae
Genus
Pinus
Spesies
Pinus merkusii Jungh. et de Vriese

2.2   Manfaat dari getah pohon pinus bagi kesehatan
Pinus juga memiliki manfaat lain yang berguna untuk kesehatan tubuh manusia yaitu:
1. Mengurangi stres
Penelitian di Universitas Kyoto Jepang menunjukkan bahwa berjalan-jalan di hutan pinus selama 15 menit per hari mampu menurunkan stres. Jika di daerah anda sulit menemukan hutan pinus, maka ini bisa diganti dengan menggunakan minyak esensial pinus atau cemara. Selain meredakan stres, aroma pinus juga bisa menenangkanemosi.
2. Sembuhkan bronchitis
Kemampuan pinus tak hanya untuk menenangkan diri, tetapi juga bisa meredakan pilek, sinus, sesak napas, dan ronchitis. Caranya mudah, tambahkan tiga tetes minyak esensial pinus pada semangkuk air panas. Kemudian tutupi kepala Anda dengan handuk, dan hirup aroma pinus melalui hidung dan mulut.

3. Flavonoid dan vitamin C
Pada tahun 1940-an peneliti Prancis menemukan bahwa kulit pohon pinus dan daun jarumnya mengandung banyak vitamin C. Tak hanya itu, mereka juga menemukan bahwa pohon pinus sarat akan antioksidan, yaitu flavonol dan bioflavonoid. Senyawa ini kemudian diekstraksi menjadi Pycnogenol dan dipasarkan menjadi suplemen diet. Pycnogenol juga digunakan sebagai obat jet lag, meringankan peredaran darah, nyeri lutut, kram menstruasi, bahkan obat untuk meningkatkan memori pada orang lanjut usia.

4. Redakan nyeri otot
Minyak pinus juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri otot. Caranya, tambahkan lima tetes minyak pinus dengan dua sendok minyak sayur. Lalu pijatkan pada bagian tubuh yang nyeri otot. Namun pilih minyak pinus P. Pinaster, bukan Scotch pinus (P.sylvestris). Scotch pinus bisa membuat kulit iritasi. Siapa yang menyangka jika Pohon Tusam juga memiliki manfaat yang beragam untuk kesehatan ya, maka dari itu mari kita selalu lestarikan Hutan ini, dan jagalah lingkungan tempat tinggal kita, jangan sampai terjadi polusi dan sebagainya, ini untuk kesehatan bersama, Oke sampai ketemu lagi di artikel berikutnya, semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari artikel kali ini, saya ucapkan terima kasih banyak.

2.3   Produksi dan manfaat ekonomi dari getah pohon pinus
           Pohon pinus yang biasa kita lihat di daerah pegunungan ternyata menghasilkan Getah yang sangat berguna untuk kita. Hasil dari getah pinus itu bisa menghasilkan minyak terpenting yang mengandung senyawa terpentin yakni salah satu isomerhidrokarbon tak jenuh dari C10H163 terutama monoterpence alfa-pinene dan beta-pinene, terpentin biasanya digunakan sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak untuk bahan campuran vernis yang bias kita gunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu dan bisa untuk bahan baku kimia lainnya
Produk olahan dari getah atau resin pinus yang lain adalah gondorukem. Gondorukem adalah getah dari pohon Pinus (P. merkusii) yang kemudian diolah menjadi gondorukem. Kegunaan gondorukem adalah untuk bahan baku industry kertas, keramik, plastik, cat, batik, sabun, tinta cetak, politur, farmasi, kosmetik dll.
               Produksi getah pinus bervariasi tergantung tingkat umur tanaman tersebut. Pohon tua dapat menghasilkan 30-60 kg getah, 20-40 kg resin murni dan 7-14 kg terpentin per tahun. Selain itu tanaman pinus sangat cocok untuk rehabilitasi lahan kritis, tahan kebakaran dan dibudidayakan di tanah yang tidak subur.
Kayunya untuk berbagai keperluan, konstruksi ringan, mebel, pulp, korek api, dan sumpit. Sering disadap getahnya. Pohon tua dapat menghasilkan 30-60 kg getah, 20-40 kg resin murni dan 7-14 kg terpentin per tahun. Cocok untuk rehabilitasi lahan kritis, tahan kebakaran dan tanah tidak subur.
               Hal ini disampaikan Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Dr. Ahmad Dany Sunandar, S.Hut, M.Si di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika luas hutan pinus yang disadap mencapai 1 juta hektar maka potensi ekonomi dari getah bisa mencapai 24 – 66 trilyun per tahun dan terpenting mencapai 4,2 – 12,2 trilyun per tahun. “Tentu ini angka yang sangat besar yang dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan perekonomian mulai dari penyadap, pengumpul, pedagang getah, pengolah dan pemerintah daerah hingga pusat melalui pembayaran provisi/iuran perdagangan getah,” kata Dany. 
            Hitung-hitungan ini diperoleh dari asumsi bahwa jika dalam satu hektar terdapat 300 – 600 pohon pinus maka potensi getah yang dihasilkan adalah antara 1.680 – 4.880 kg per hektar per tahun. Hasil pengolahan getah secara umum akan menghasilkan gondorukem, terpentin dan kotoran dengan persentase masing-masing 65%, 25% dan 10% sehingga gondorukem yang dapat dihasilkan dari satu hektar adalah antara 1.092 – 3.172 kg per tahun dan terpentin antara 420 – 1.220 kg per tahun.  “Jika harga jual getah sekitar Rp 5.000 per kg maka nilai ekonomi getah adalah Rp 8.400.000 – 24.400.000 per hektar per tahun. Jika harga jual gondorukem adalah US$ 1.500 per ton maka nilai jual gondorukem antara US$ 1.638 – 4.758 per hektar per tahun atau Rp. 24.570.000 – 66.612.000 dengan kurs Rp 14.000/US$. Sedangkan untuk terpentin jika harganya Rp 10.000 per kg maka nilai ekonominya Rp 4,2 – 12,2 juta per hektar per tahun,” jelas Dany. 
            Untuk mengetahui potensi ekonomi dari getah maka ada beberapa asumsi mengenai produktivitas pohon dalam menghasilkan getah, harga getah dan juga harga produk olahan getah. Saat ini untuk menghasilkan getah, metode penyadapan yang banyak digunakan adalah metode “Quarre/Koakan” dan produksi getah antara 13 – 19 gram per koakan per 3 hari. Dalam satu pohon jumlah maksimal koakan adalah empat buah maka produksi getah per pohon adalah 42 – 76 gram per pohon per 3 hari. Jika dalam satu tahun pengusahaan getah dilakukan selama 330 hari kerja maka potensi getah per pohon per tahun adalah 4,2 – 6,4 kg. Tentu saja, untuk mengoptimalkan hasil panen, petani harus membekali diri dengan pengetahuan tentang penyadapan getah pinus. Hal ini penting agar penyadap getah tidak melupakan aspek kelestarian hasil demi mengejar kuantitas produksi. 
            Seperti diketahui, getah dari pohon pinus diolah menjadi terpentin (cairan) dan gondorukem (padatan). Terpentin dimanfaatkan untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamper dan farmasi, terutama sebagai pengencer dalam industri cat. Gondorukem dimanfaatkan di berbagai industri antara lain industri kertas, keramik, plastik, cat, batik, sabun, farmasi dan kosmetik. Perhutani,  2011 menyebutkan delapan puluh persen produksi gondorukem dan terpentin dialokasikan untuk kebutuhan eksport ke Eropa, India, Korea Selatan, Jepang dan Amerika.
             Sedangkan jika diambil kayunya, menurut Dany, harganya tidak terlalu tinggi, berkisar Rp. 1.000.000 – 1.200.000 per meter kubik. Jika kisaran diameter pohon yang diambil untuk kayu sekitar 35 – 60 cm dengan panjang sortimen antara 20 – 25 meter dan jumlah pohon sekitar 400 batang per hektar maka potensi rupiahnya adalah Rp 1,1 – 3,1 milyar per hektar. “Nilai ini cukup besar namun yang harus diingat adalah waktu untuk mencapai nilai ini yang tidak singkat antara 50 – 60 tahun sehingga nilainya per tahun adalah sekitar 22 – 62 juta per hektar per tahun,” kata Dany. Dany juga menjelaskan, di Sumatera Utara, produksi kayu pinus sudah semakin menurun. Berdasarkan data BPS Sumatera Utara, produksi log pinus tahun 2015 – 2017 tercatat berturut-turut sebagai berikut: 225.234 m3, 40.825 m3 dan 15.078 m3.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
  1. Getah yang dihasilkan pohon pinus termasuk kedalam jenis oleoresin yang merupakan cairan asam resin didapatkan jika batang pohon pinus dilukai (disadap) baik dengan menggunakan metode koakan maupun metode bor.
  2. Manfaat pohon pinus bagi kesehatan antara lain adalah mengurangi stress, mengurangi bronchitis,sebagai asupan vitamin C ,dan redakan nyeri otot.
3.   Getah pohon pinus dapat diolah menjadi terpentin dan gondorukem melalui tahap penyulingan atau destilasi langsung maupun tidak langung.
4.  Produksi getah pinus bervariasi tergantung tingkat umur tanaman tersebut. Pohon tua dapat menghasilkan 30-60 kg getah, 20-40 kg resin murni dan 714 kg terpentin per tahun. Selain itu tanaman pinus sangat cocok untuk rehabilitasi lahan kritis, tahan kebakaran dan dibudidayakan di tanah yang tidak subur.





                                                             DAFTAR PUSTAKA
Gabriel & Rini.2019. Strategi Komunikasi Pengusaha Rotan Dalam Rangkamembangkitkan Industri Getah pohon pinus Di Daerah Trangsan. Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Garut. Vol. 5; No. 1; Tahun 2019 Halaman 118-134
Debrina.,dkk. 2019. Peningkatan Kualitas Produk IKM Pinus Melalui Perancangan Produk Unggulan dengan Pendekatan QualityFunctionDeployment. Seminar dan Konferensi Nasional IDEC.
Sri., Sulardi., Muhammad. 2020. Metode Pemasaran On Line Untuk Meningkatkan Penjualan Ekspor Getah Pinus Di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo.Jurnal Pengabdian Kepadamasyarakat Vol 1.

27 komentar:

  1. Mantap teven, lumayan bermanfaat isinya
    #leonardo siagian

    BalasHapus
  2. Terima kasih ya atas komen nya

    BalasHapus
  3. Mantap ven isinya berkualitas dan bersifat membangun

    BalasHapus
  4. Artikel ini sangat bagus dan membangun. Dan dapat menjadi acuan untuk membangun perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi

    BalasHapus
  5. Alur cerita nya bagus👌 kesimpulan ceritanya juga pass 👌

    BalasHapus
  6. Artikelnya bagusss.. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Artikelnya bagusss.. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Bagus artikelnya dan menarik juga di baca

    BalasHapus
  9. Materinya bagus dan bermanfaat
    Berkarya trs demi menjadi terbaik

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Saya mau bertanya umur brapa getah Pinus bisa diambil atau dikoak?apakah semakin tua pohon pinus getahnya semakin sedikit atau semakin banyak? Dan knapa orang kebanyakan mengambil atau mengkoak getah hanya dibagian 2 meter dari akar aja knapa gk ditengah aja yg dikoak?

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Getah pohon Pinus bisa disadap pada umur 10 tahun. Tergantung masa umurnya klau sudah umur 25 tahun tidak bisa lagi disadap karena hanya dapat diambil kayu nya saja.pengambulan getah 2 meter dari akar memiliki getah yang bagus daripada pengambilan di tengah Batang getah tersebut sudah layak dan matang

      Hapus
  12. Klau masih ada yang kurang paham boleh untuk ditanyakan ya

    BalasHapus
  13. Terima kasih kepada anda yg telah komen di atas semoga anda puas atas hasil blog saya

    BalasHapus
  14. Materi nya bagus dan mudah di pahami

    BalasHapus

Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...