Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan Maret 2020
PEMANFAATAN ROTAN (Calamus Ra sp.)SEBAGAI EKONOMI
SUMBERDAYA HUTAN BAGI MASYARAKAT
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Daniel Efrando Sitorus
181201131
HUT 4 D
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
Puji
dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan paper Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Pemanfaatan Ekonomi Sumberdaya Hutan Rotan (Calamus sp.) Sebagai Ekonomi Sumberdaya Hutan Bagi Masyarakat” ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Ekonomi Sumberdaya. Dalam penyelesaian paper ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
menyelesaikan penulisan paper Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Pemanfaatan Ekonomi Sumberdaya Hutan Rotan (Calamus sp.) Sebagai Ekonomi Sumberdaya Hutan Bagi Masyarakat” ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Ekonomi Sumberdaya. Dalam penyelesaian paper ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh
sebab itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah mengajarkan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini.
Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah mengajarkan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada asisten Ekonomi Sumberdaya Hutan yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini.
Penulis
sadar bahwa dalam penulisan paper ini masih jauh dari kata sempurna,
baik dari segi teknik maupun materi. Oleh sebab itu, penulis sangat
mengaharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar paper ini berguna
bagi orang-orang yang membutuhkannya.
Medan, Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3
Tujuan....................................................................................................... 2
BAB II ISI
2.1 Gambaran Umum
Sumberdaya Kehutanan Rotan................................... 3
2.2 Bentuk Pemanfaatan
Rotan..................................................................... 4
2.3 Kegunaan Dan Manfaat
Ekonomi Rotan................................................. 5
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................... 6
Saran............................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Hutan merupakan sumber
plasma nutfah yang memiliki potensi untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia
seperti papan, pangan hingga obatobatan. Banyak manfaat yang bisa diambil
langsung dari hutan salah satunya adalah hasil hutan non-kayu seperti hewan buruan,
tumbuhan pangan, madu, tumbuhan obat dan juga tumbuhan untuk kerajinan
tradisional seperti anyaman.Rotan merupakan salah satu tumbuhan hasil hutan non
kayu yang banyak digunakan sebagai bahan anyaman, keperluan tali temali maupun
untuk dijadikan sayuran. Rotan potensial untuk dikembangkan sebagai bahan
perdagangan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor
(Simanjuntak et al., 2016).
Hasil hutan bukan kayu
merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di Indonesia dan
keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat. Menurut
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan
Kayu dinyatakan hasil hutan bukan kayu adalah hasil hutan hayati baik nabati
maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal
dari hutan. Hasil hutan bukan kayu meliputi rotan, bambu, getah, daun, kulit,
buah, dan madu serta masih banyak lagi. Jenis tumbuhan tersebut beberapa
diantaranya bahkan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dijadikan
produk olahan. Beraneka ragam jenis hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan
oleh masyarakat di sekitar hutan (Nono, 2017).
Pemanfaatan
hasil hutan non-kayu di Indonesia sudah sejak lama dilakukan oleh penduduk di
sekitar hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan pemungutan
dan pengusahaan hasil hutan non-kayu mempunyai peranan yang cukup besar dalam
mengurangi pengangguran dan sebagai sumber mata pencaharian. Salah satu hasil
hutan non-kayu yang dikenal oleh masyarakat di sekitar hutan adalah rotan.
Rotan digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan hidup sehari-hari,
bahkan di beberapa tempat telah menjadi pendukung perkembangan budaya
masyarakat setempat. Rotan sebagai salah satu komoditi yang mulai dapat
diandalkan untuk penerimaan negara telah dipandang sebagai komoditi perdagangan
hasil hutan non kayu (HHNK) yang cukup penting bagi Indonesia. Hasil hutan non
kayu umumnya dikelola oleh masyarakat yang bermukim di sekitar hutan. Oleh
karena itu, selain menjadi sumber devisa negara, HHNK seperti rotan, daging
binatang, madu, damar, gaharu, getah, berbagai macam minyak tumbuhan, bahan
obat, dan lainnya sebagainya merupakan sumber penghidupan bagi jutaan
masyarakat
(Situmorang et al., 2014).
(Situmorang et al., 2014).
Identifikasi
sumberdaya hutan, pemanfaatannya oleh masyarakat serta nilai ekonminya menjadi
salah satu aspek penting yang dapat menunjang dalam penyusunan program maupun
kebijakan dalam pengelolaan KPH. Masyarakat sejak lama telah bergantung dan
memanfaatkan sumberdaya hutan baik kayu maupun bukan kayu. pemanfaatan hasil
hutan bukan kayu umumnya untuk kebutuhan atau kepentingan sendiri di desa serta
untuk bahan kerajinan masyarakat. Pada satu sisi, pemanfaatan sumberdaya hutan
oleh masyarakat menjadi ancaman serius yang menimbulkan gangguan seperti
pembalakan liar, perburuan, pembukaan lahan untuk ladang/kebun, hingga
kebakaran hutan. Sementara, di sisi yang lain, telah ditetapkan bahwa untuk
kesejahteraan seluruh masyarakat maka pengelolaan dan pemanfaatan hutan adalah
untuk memperoleh manfaat yang optimal, dilaksanakan dengan adil serta dengan
tetap menjaga kelestariannya. Masyarakat yang berdiam di sekitar hutan memiliki
keterikatan dengan sumberdaya hutan untuk menunjang kebutuhan mereka
(Hastari dan Yulianti. 2018).
(Hastari dan Yulianti. 2018).
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana
gambaran umum sumberdaya kehutanan rotan?
2. Apa
bentuk pemanfaatan rotan?
3. Apa
kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh dari rotan?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui gambaran umum sumberdaya kehutanan rotan?
2. Untuk
mengetahui bentuk pemanfaatan rotan?
3. Untuk
mengetahui kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh dari rotan?
BAB II
ISI
2.1 Gambaran Umum
Sumberdaya Kehutanan Rotan
Tellu
(2005) menyatakan bahwapengelompokan jenis-jenis rotan umumnya didasarkan atau persamaan cirri-ciri karakteristik morfologi organ tanaman, yaitu: akar,
batang, daun, bunga, buah dan alat-alat tambahan. Dalam ilmu taksonomi
tumbuhan, rotan diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom
: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) Divisi : Spermatophyta Sub Divisi :
Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Arecales Famili : Palmae (Arecaceae) Sub Famili : Calamoideae Genus : Calamus Spesies : Calamus caesius
Hutan
Indonesia memiliki potensi hasil hutan bukan kayu yang cukup tinggi.Walaupun
demikian, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) masih kurang optimal dimanfaatkan
karena pengusahaan hutan selama ini cenderung terorientasi pada hasil hutan kayu.
Rotan adalah salah satu sumber kekayaan hayati di Indonesia dan merupakan hasil
hutan non-kayu yang sangat berpotensi. Di daerah pedesaan, rotan biasanya
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan anyaman, keperluan
tali-temali,maupun untuk keperluan lainnya. (Utami et al., 2017).
Untuk
pemberdayaan ekonomi masyarakat, hasil kerajinan rotan yang telah dibuat oleh
masyarakat tersebut dipamerkan dan dipasarkan. Semua hasil kerajinan tangan,
seperti topi, tempat buah, penutup lampu, gelas hias dan lain-lain dan akan
dipasarkan. Dengan melihat banyaknya peminat barang-barang kerajinan rotan dan
gelas hias dari sini dapat dilihat bahwa produk rotan menarik minat. Masyarakat
membuat sendiri kerajinan rotan , seperti topi, vas bunga dan lain-lain dang
hasil kerajinan tersebut masyarakat menjual kerajinannya dan memperoleh
sumber ekonomi dari pengolahan rotan (Nur et al/. 2017).
Rotan
merupakan bahan lokal yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan
masyarakat, khususnya masyarakat dapat dilihat dari banyaknya
penggunaan rotan dan bambu pada berbagai keperluan masyarakat, misalnya untuk
memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan kerajinan tangan. Rotan
merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup tinggi, yang
umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah pegunungan,
memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Hampir seluruh bagian rotan dapat
digunakan sebagai konstruksi kursi dan pengikat (Linda et al., 2017).
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan mengenai jenis rotan, masyarakat di pedalaman
Siberida Propinsi Riau memanfaatkan rotan Calamus ciliaris dan Calamus exilis
sebagai bahan pengikat dalam pembuatan rumah. Di Indonesia terdapat delapan
marga rotan dari delapan genera tersebut dua genera rotan yang bernilai ekonomi
tinggi adalah Calamus dan Daemonorops. Jenis-jenis tumbuhan rotan yang terdapat
di hutan rakyat sekitar 23 jenis rotan yang bernilai ekonomi diantaranya jenis
Calamus caesius, Calamus trachycoleus, Calamus javnesis, Calamus manan Miquel
dan Calamus scipionum yang termasuk komersial dan merupakan jenis andalan
setempat Kabupaten Katingan (Jasni et al., 2012).
2.2 Pemanfaatan Rotan
Sebagai Ekonomi Sumberdaya Hutan Bagi Masyarakat
Menurut
Kalima (2008) rotan merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup
tinggi, yang umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah
pegunungan, memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Hampir seluruh bagian
rotan dapat digunakan baik sebagai konstruksi kursi dan pengikat (Kusnaedi
& Pramudita, 2013). Jumiati et al. (2012) salah satu sumber hasil hutan
non-kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah spesies-spesies rotan yang
banyak digunakan baik sebagai bahan anyaman, keperluan tali temali maupun untuk
dijadikan bahan sayuran.
Masyarakat
biasanya memanfaatkan rotan sebagai bahan kerajinan anyaman.
Misalnya penangkin, bidai, tali untuk pengikat perabotan seperti bakul, nyiro,
ragak, bubu perangkap ikan, dan biasanya juga masyarakat setempat memanfaatkan
rotan sebagai tali penikat atap daun sagu untuk atap rumah. Sebagian masyarakat
Desa Suruh Tembawang memanfaatkan rotan dalam kehidupan mereka, dari
pemanfaatan makanan dan anyaman / kerajinan. Rotan memegang peranan penting
dalam kehidupan sehari-hari mereka yang mempunyai banyak manfaat diantaranya,
digunakan untuk anyaman, bahan makanan, tali temali dan untuk upacara
adat/keagaman.Rotan di daerah ini tumbuh secara alami, tetapi ada juga yang di
tanam di kebun. Biasanya rotan yang ditanam adalah rotan yang sudah langka dan
susah di dapatkan lagi di hutan seperti rotan sega. Rotan yang diambil dari
hutan oleh masyarakat biasanya digunakan sendiri dan untuk dijual (Suzana et
al,, 2011).
Rotan sangat diperlukan oleh masyarakat dalam kegiatan keseharian dan masyarakat mengambil rotan lansung dari hutan. Rotan tumbuh secara alami terutama di hutan primer, hutan sekunder seperti perkebunan (karet, durian dan tengkawang), tembawang dan tepi sungai. Keberadaan rotan cukup berlimpah di hutan karena keberadaan hutannya yang masih lestari dan masuk dalam Kawasan Hutan lindung Gunung Naning dan Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Batang rotan memiliki kelenturan dan kekuatan luar biasa, oleh karena itu batang rotan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk perabotan rumah tangga, hiasan-hiasan dan alat pendukung sehari-hari (Riantono et al., 2018).
Jenis-jenis
rotan pilihan ini dapat dikatakan sebagai primadona dalam pembuatan anyaman
karena memiliki kualitas yang bagus , mudah di anyam, warna alami, batang yang
lebih baik dari jenis jenis rotan lainnya. Rotan pilihan tersebut adalah rotan
lilin, semambu, segadan jermasin. Rotan pilihan tersebut memiliki kelebihan
masing-masing. Rotan lilin dikenal karena kualitasnya bagus mudah dianyam.
Digunakan masyarakat untuk membuat anyaman kursi, lemari, keranjang, pot bunga,
tudung saji, pangkong tilam, tempat tissu, tempat aqua gelas dan rak TV. Rotan
semambu memiliki warna coklat kemerahan kalau kering, memiliki kualitas yang
kuat, panjang batang sampai dengan 20 m. Digunakan untuk membuat
anyaman kursi, lemari, keranjang, tudung saji pot bunga, tempat tissu,rak TV.
Rotan sega memiliki kualitas yang bagus, mudah dianyam. Digunakan masyarakat
untuk membuat anyaman kursi, lemari, keranjang, tudung
saji, pot bunga, tempat tissu. Rotan jermasin memiliki batang
berwarna hijau kekuningkuningan dan tempat tumbuh hutan dataran
rendah, dan batang kuat (Simanjuntak et al., 2016).
2.3 Kegunaan Dan
Manfaat Ekonomi Yang Diperoleh Dari Rotan
Tanaman
rotan yang sudah ada perlu dibudidayakan untuk meningkatkan produktivitas serta
kualitas rotan dan bambu yang dihasilkan, agar produksi yang dihasilkan mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga rotan dan bambu dapat
berkontribusi dalam pendapatan masyarakat. Kegiatan ekonomi memerlukan suatu
biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu produk yang di hasilkan. Biaya
produksi yang di keluarkan oleh masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan rotan
yaitu biaya peralatan, biaya akomodasi dan biaya tranportasi. Masing-masing
biaya produksi. Memanfaatkan rotan yang dapat menunjang kebutuhan keseharian
masyarakat. Rotan diambil masyarakat setempat langsung dari hutan dan digunakan
langsung atau diolah terlebih dahulu sebagai bahan keperluan masyarakat
(Situmorang et al., 2014).
Pemanen
rotan tidak menjual rotannya dalam bentuk rotan basah (mentah), hal ini
dikarenakan semakin menurunnya produktivitas industri rotan akibat larangan
ekspor. Namun sejak larangan ekspor rotan dicabut, maka para pencari rotan
mulai menjual rotan basah terutama kepada pengumpul/penampung rotan. Rotan
mentah dijual seharga Rp. 1500/kg kepada para penampung yang akan membawa rotan
hasil masyarakat tersebut ke luar desa untuk selanjutnya dijual kepada pembeli
Rotan. Karena harga yang rendah, masyarakat kemudian memilih mengolah rotan
yang didapat menjadi berbagai bentuk kerajinan rotan yang selanjutnya akan
dijual kepada penampung hasil-hasil kerajinan rotan, untuk selanjutnya
dipasarkan ke luar Kalimantan seperti Jawa dan Bali. Harga jual tiap kerajinan
bervariasi tergantung kepada bentuk dan kerumitan pengerjaan, berkisar antara
Rp. 35.000 – Rp. 150.000 (Hastari dan Yulianti. 2018).
3.1 Kesimpulan
1. Hasil
hutan bukan kayu merupakan sumber daya alam yang masih banyak terdapat di
Indonesia dan keberadaanya dimanfaatkan sebagai mata pencaharian oleh masyarakat.
2. Rotan
merupakan salah satu tumbuhan hutan bernilai komersil cukup tinggi, yang
umumnya tumbuh secara alami di daerah dataran rendah maupun daerah pegunungan,
memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.
3. Rotan memegang
peranan penting dalam kehidupan sehari-hari mereka yang mempunyai banyak
manfaat diantaranya, digunakan untuk anyaman, bahan makanan, tali temali dan
untuk upacara adat/keagaman.
4. Pemanen
rotan tidak menjual rotannya dalam bentuk rotan basah (mentah), hal ini
dikarenakan semakin menurunnya produktivitas industri rotan akibat larangan
ekspor.
5. Untuk
pemberdayaan ekonomi masyarakat, hasil kerajinan rotan yang telah dibuat oleh
masyarakat tersebut dipamerkan dan dipasarkan.
3.2 Saran
Sebaiknya pemanfaatan
rotan lebih diperhatikan oleh pemerintah maupun pengerajin agar lebih bisa
meningkatkan nilai jual baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga mampu
menjadi produk primadona di Indonesia dan mampu bersaing di luar negeri.
DAFTAR PUSTAKA
Hastari, B., dan
Yulianti, R. 2018. Pemanfaatan dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu di KPHL
Kapuas-Kahayan. Jurnal Hutan Tropis, 6(2), 145-153.
Jasni, et al., 2012,
Atlas Rotan Indonesia Jilid 3, Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan
Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kehutanan. Kementerian Kehutanan. Bogor.
Linda, F., & Riza
Linda, R. 2017. Pemanfaatan Rotan dan Bambu yang Bernilai Ekonomis oleh
Masyarakat Suku Dayak Kanayatn di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten
Landak. Protobiont, 6(3).
Nono, 2017. Pemanfaatan
Hasil Hutan Bukan Kayu Oleh Masyarakat Di Desa Labian Ira’ang Dan Desa Datah
Diaan Di Kabupaten Kapuas Hulu. Universitas Tanjung Pura. Pontianak. JURNAL
HUTAN LESTARI (2017) Vol. 5 (1) : 76 – 87
Nur, S., Marlina, M.,
dan Murniana, M. 2017. Pemanfaatan Rotan Sebagai Souvenir Khas Sabang Dalam
Usaha Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. Jurnal Ekonomi Dan
Bisnis, 18(2).
Simanjuntak, N., Idham,
M., & Ardian, H. 2016. Pemanfaatan Rotan Sebagai Bahan Kerajinan Anyaman di
Desa Sedahan Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Hutan
Lestari, 4(3).
Situmorang, R.,
Batubara, R. dan Afiffuddin. 2014. Pemanfaatan Dan Pemasaran Rotan Oleh
Masyarakat Kabupaten Samosir. 1(1).
Tellu, AT. 2005. Kunci
identifikasi rotan (Calamus spp.) asal Sulawesi Tengah berdasarkan struktur
anatomi batang”. Biodiversitas 2: 113-117.
Utami, S., Wardenaar,
E., dan Idham, M. 2017. Studi Pemanfaatan Rotan Oleh Masyarakat
Dusun Kebak Raya Di Kawasan Hutan Desa Suruh Tembawang Kecamatan Entikong
Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari. 5 (3) : 578 – 582.



udah kerenla ini dek
BalasHapusFeeling good
BalasHapusSangat membantu buat orang yang sedang kesusahan
BalasHapusTingkatkan bro uda bagus ini
BalasHapusKira kira pop mie klo campur nasi kenyang ga ya?
BalasHapusJgn pake nasi dungs dah biasa pasti auto kenyang dan nambah,kalo makan pop mi biar lebih spesial taburin Ceres dan bubur kacang hijau yah..silakan dicoba
HapusCovid-19
BalasHapusAnak mana itu bg?
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusKeju Mazerolla khas malangnya kak
BalasHapusAstaga malah promosi juga si ABG
HapusBagus sihh kerenlah
BalasHapusUdah rapi dongg..Tingkatin bg
BalasHapusKeren yah...
BalasHapusBlog yang bagus, bisa lah menghilangkan kegabutan yang hakiki ini
BalasHapusmantapppp
BalasHapusBayar utang mu udh 1 minggu
BalasHapusHehhehe bulan depan bulan depan yah
HapusGooddd
BalasHapusMantepp..
BalasHapusWow, super sekali..
BalasHapusDengan membaca blog ini wawasan saya menjulang tinggi
Aduh aku terharu
Hapusmantap
BalasHapusinfonya sgt menarik
mantap
BalasHapusinfonya sgt menarik
Makasih
HapusMantap..
BalasHapus# Leonardo
Link kita bicarakan nanti ya
BalasHapusTunggu berita hot terbaru oke
Ok bg
Hapus