Minggu, 29 Maret 2020

Fitriana Limbong 181201141


Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                          Medan,  Maret  2020
PEMANFAATAN KOMODITI KEHUTANAN POHON GAHARU
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh:
                               Fitriana Limbong                              181201141
                                        
HUT 4D





Media Digital Information Network: Logo USU dan Arti Lambang USU ...




















                              PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2020 


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan paper Ekonomi sumberdaya hutan yang berjudul “Pemanfaatan sumberdaya ekonomi hutan” ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi sumberdaya hutan.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr. Agus Purwoko S.Hut., M.Si selaku dosen mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan, yang telah mengajarkan materi dengan baik. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu penulis dalam melaksanakan tugas yang nanti hasilnya kemudian akan dituangkan dalam paper ini.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan paper ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknik maupun materi. Oleh sebab itu, penulis sangat mengaharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan paper ini. Akhir kata semoga laporan praktikum Inventarisasi Hutan ini bermanfaat bagi kita semua.

                                                                        Medan,    Maret  2020



                                                                                   Penulis





DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 2
1.3 Tujuan...............................................................................................................2
BAB II
ISI
2.2 Taksonomi dan morfologi gaharu............................................................ 3
2.2 Nilai ekonomi Gaharu ............................................................................ 4
2.3 Manfaat Gaharu.............................................................................................5
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan.................................................................................................... 6
Saran.............................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis. Undang-Undang No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, mendefinisikan hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi jenis pepohonan dalam persekutuan dengan lingkungannya, yang satu dengan lain tidak dapat dipisahkan.
Kawasan hutan yang ditumbuhi oleh pepohonan keras yang perkembangannya selalu dikhususkan untuk dipungut hasilnya, baik berupa kayu-kayuan maupun hasil-hasil sampingan lainnya berupa seperti getah, damar, akar, dan lain-lainnya. Fungsi lain dari hutan tersebut dipisahkan berdasarkan kepentingan yaitu suaka alam, taman wisata, dan penyeimbang oksigen.
Sumberdaya hutan memiliki potensi menghasilkan banyak komoditi berupa barang dan jasa secara bersamaan . Yang memerlukan pemasaran dan pengelolaan lestari yang tepat. Proses produksi SDH tergantung alam dan memerlukan waktu lebih lama dan memerlukan manajemen waktu yang tepat. Pohon-pohon yang beragam umurnya dalam luas dan volumenya memerlukan manajemen yang tidak sederhana.
Ilmu Ekonomi Sumber Daya Hutan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memanfaatkan sumberdaya hutan, sehingga fungsinya dapat dipertahankan dan ditingkatkan dalam jangka panjang. Hutan merupakan sumberdaya yang mampu menciptakan sederetan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat berupa lahan, vegetasi dan lingkungannya.
Hasil hutan juga jelas merupakan sumberdaya ekonomi potensial yang beragam yang didalam areal kawasan hutan mampu menghasilkan hasil hutan kayu, non kayu dan hasil hutan tidak kentara (intangible) seperti perlindungan tanah, pelestarian sumberdaya air dan beragam hasil wisata. Uraian tersebut di atas terungkap bahwa hutan, kehutanan dan hasil hutan sesungguhnya menjadi sumberdaya (resources) yang mempunyai potensi menciptakan barang, jasa serta aktifitas ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kajian ekonomi akan meliputi semberdaya sendiri-sendiri atau secara majemuk sehingga disebut sumber daya hutan.
Peran hutan dalam pelayanan jasa lingkungan hidup (air, paru-paru dunia, rekreasi, wisata dan lingkungan sosial (penyerapn tenaga kerja, sumber bahan baku kayu, industry dan kayu bakar. Penyediaan hutan dan lahan sebagai modal awal untuk pembanguan berbagai sektor terutama untuk kegiatan industri dan sektor ekonomi lainnya. Penyediaan hutan dan lahan sebagai modal awal untuk pembanguan berbagai sektor terutama untuk kegiatan industri dan sektor ekonomi lainnya.
Kayu merupakan produk multiguna, sehingga diperlukan banyak jenis industri dan produk kayu hampir selalu berperan pada setiap tahapan perkembangan teknologi dan perekonomian. Konsumsi hasil hutan (kayu dan bukan kayu) relatif stabil dan investasi usahanya relatif kecil serta pengembalian modalnya dapat cepat kembali pada areal hutan alam. Mendorong berkembangnya ekonomi pedesaan, karena sifat produk sumberdaya hutan tersebar dan volume produksinya besar, biaya angkut tinggi, sehingga dapat menciptakan kegiatan ekonomi di permukiman dekat kawasan hutan.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana taksonomi dan morfologi dari gaharu ?
2. Apa Nilai ekonomi dari gaharu?
3. Apa manfaat dari gaharu ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui taksonomi dan morfologi dari gaharu.
2. Untuk mengetahui nilai ekonomi gaharu.
3. Untuk mengetahui manfaat dati gaharu.
BAB II
ISI
2.1 Taksonomi dan Morfologi Gaharu
    Kingdom : Plantae
Ordo        : Malvales
Famili      : Thymelaeaceae
Genus      : Aquilaria
Spesies    : A. malaccensis
Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum.
Tinggi gaharu mencapai 40 m, dengan diameter lebih dari 60 cm. Batangnya lurus, tidak berbanir. Kulit batangnya halus, dengan warna coklat keputih-putihan. Tajuknya bulat, lebat, dengan percabangan horisontal. Daunnya tunggal, berseling, tebal, bentuknya jorong hingga jorong-melanset, dan panjang. Tajuknya lebat, bulat, percabangannya horisontal. Perbungaannya berbentuk payung, membentuk cabang, tumbuh pada ketiak daun. Bunganya kecil, berwarna hijau/kuning kotor, dan berbulu jarang. Buahnya berbentuk telur terbalik, dan berbulu halus. Untuk pembudidayaan, pernah dicoba dengan biji. Perkecambahan biji dapat mencapai 47%. Dalam waktu tiga tahun saja, setelah disemai, pohon muda gaharu dapat mencapai tinggu 2,5 m.
Gaharu (Aquilaria malaccensis) banyak ditemukan di hutan cemara Asia Tenggara. Selain negara-negara utara-timur India, tanaman gaharu  ditemukan di negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Malaysia, Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Filipina, Laos, Jepang, dan sebagainya. Gaharu mulai dikenal masyarakat Indonesia pada sekitar tahun 1200 melalui sejarah perdagangan dalam bentuk tukar menukar (barter) antara masyarakat Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat dengan para pedagang dari daratan China. Indonesia  dikenal sebagai salah satu negara penghasil gaharu di dunia, karena mempunyai lebih dari 25 jenis pohon penghasil gaharu yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

2.2 Nilai ekonomi Gaharu
Gaharu banyak diperdagangan dengan harga jual yang sangat tinggi terutama untuk gaharu dari tanaman famili Themeleaceae dengan jenis Aquilaria spp. yang dalam dunia perdangangan disebut sebagai gaharu beringin. Untuk jenis gaharu dengan nilai jual yang relatif rendah, biasanya disebut sebagai gaharu buaya. Selain ditentukan dari jenis tanaman penghasilnya, kualitas gaharu juga ditentukan oleh banyaknya kandungan resin dalam jaringan kayunya. Semakin tinggi kandungan resin di dalamnya maka harga gaharu tersebut akan semakin mahal dan begitu pula sebaliknya.
Secara umum perdagangan gaharu digolongkan menjadi tiga kelas besar, yaitu gubal, kemedangan, dan abu. Gubal merupakan kayu berwarna hitam atau hitam kecoklatan dan diperoleh dari bagian pohon penghasil gaharu yang memiliki kandungan damar wangi beraroma kuat. Kemedangan adalah kayu gaharu dengan kandungan damar wangi dan aroma yang lemah serta memiliki penampakan fisik berwarna kecoklatan sampai abu-abu, memiliki serat kasar, dan kayu lunak. Kelas terakhir adalah abu gaharu yang merupakan serbuk kayu hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu.
Sebab gaharu sansangat mahal harganya salah satunya merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.

2.3 Manfaat Gaharu
Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp (Thymelaeaceae).
Beberapa manfaat ataupun kegunaan gaharu yang bisa kita dapat dalam kehidupan sehari-hari yaitu : Aktivitas Kebudayaan Islam, Budha, Hindu,  Perayaan Keagamaan, Kebanyakan di Negara Islam dan Arab. Wangi Parfum, Wanginya Tahan Lama Banyak Diminati di Negara Eropa Seperti Daerah Yves Saint Laurent, Zeenat dan Amourage. Aroma Terapi, Menyegarkan Tubuh, Perayaan dan Undangan. Obat & Kesehatan, Biasa Digunakan di Pengobatan Tradisional Khususnya Dinegara China dan Jepang, Koleksi Pribadi dan ntuk Ruangan Besar Khusus, Eksklusif Kecantikan seperti Sabun, Shampo Yang Harum Semerbak, Untuk pengharum ruangan ruangan yang besar. Bahan obat-batan yang memiliki khasiat sebagai anti asmatik, anti mikrobia, dan stimulan kerja syaraf dan pencernaan. Contoh gambar pemanfaatan produk gaharu yang lain Daun pohon gaharu dari budidaya kayu gaharu dapat dibuat menjadi teh yg membantu kebugaran tubuh. Manfaat teh dari budidaya kayu gaharu : Sebagai anti oksidant, Baik Tuk pengidap insomnia/sukar tidur karena teh gaharu menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, Sebagai obat anti mabuk, Membantu merendahkan tahap kolestrol, Membantu meredakan ketegangan/hiperten si/stress, Membantu mengurangkan toksik dalam badan, Mengurangkan kadar tekanan dalam darah dan gula yg tinggi


gambar 1. gaharu

gambar 2. pohon gaharu












BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
1. Ilmu Ekonomi Sumber Daya Hutan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memanfaatkan sumberdaya hutan, sehingga fungsinya dapat dipertahankan dan ditingkatkan dalam jangka panjang.
2. Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.
3. Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi.
4. Manfaat gaharu bermacam-macam yaitu dapat dibuat obat, dijadikan bahan kosmetik atau kecantikan, dan juga parfum dan untuk perayaan keagamaan.
5. Manfaat gaharu bermacam-macam yaitu dapat dibuat obat, dijadikan bahan kosmetik atau kecantikan, dan juga parfum dan untuk perayaan keagamaan.

3.2 Saran
Diharapkan penggunan dari gaharu tetap secara lestari agar bisa terus berlanjut pemakaian ataupun penggunaanya.








DAFTAR PUSTAKA
Kurniawan, Soraya.2008. Jenis-jenis Gaharu. http://files. Word press.com/pdf.  

Satria, B., Gustian, G., Swasti, E., Kasim, M., & Darnetti, D. (2008). Karakteristik Morfologi dan Genetik Tanaman Penghasil Gaharu (Aquilaria spp) Endemik Sumatera Barat. Sainstek, 11(1), 43-52.
Setyaningrum, Hesti Dwi dan Saparinto, Cahyo. 2014. Panduan Lengkap Gaharu. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tarigan, K. 2004. Profil Pengusahaan (Budidaya Gaharu. Departemen Kehutanan, Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan, J

8 komentar:

Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...