Minggu, 29 Maret 2020

Muhammad Farid Hamzah_181201053


Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                   Medan,  Maret 2020
PEMANFAATAN ROTAN SEBAGAI BAHAN BAKU MEBEL

Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.


Oleh:
Muhammad Farid Hamzah
181201053
HUT 4D

















PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “ Pemanfaatan Rotan Sebagai Bahan Baku Mebelditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutanyaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini.Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga  ini bermanfaat bagi kita semua.


Medan,      Maret 2020


                        Penulis









DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................   i
DAFTAR ISI.......................................................................................................   ii
BAB I  PENDAHULUAN
          1.1 Latar Belakang......................................................................................   1
          1.2 Rumusan Masalah.................................................................................   2
          1.3 Tujuan....................................................................................................   2
BAB II ISI
2.1 Gambaran umum rotan...........................................................................   3
2.2 Bentuk pemanfaatan rotan......................................................................   4
2.3 kegunaan dan manfaat ekonomi yang diperoleh....................................   5
BAB III  PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................   7
3.2 Saran......................................................................................................   7
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
Sumber daya hutan dan kehutanan mendapat perhatian tersendiri dalam pembicaraan mengenai Manajemen Sumber Daya Alam atau Ekonomi Sumber Daya Alam. Hal ini disebabkan oleh karena hutan, di samping mempunyai karakteristik biologis, juga mempunyai ciri ekonomi khusus yang akan mempengaruhi kebijakan pengelolaan hutan (Sukanto dan Pradono, 1998)
            Peranan sumberdaya hutan dalam perekonomian dapat dilihat dan dilakukan melalui kegiatan pemanfaatan hutan. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Kehutanan Nomor 41 tahun 1999, bahwa pemanfaatan hutan bertujuan untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan seluruh masyarakat secara berkeadilan dengan tetap menjaga kelestariannya (Syamsu Alam dan Hajawa, 2007).
            Luas kawasan hutan yang merupakan habitat alam rotan seluas 2.215.625 ha.  Di Indonesia terdapat kurang lebih 306 spesies rotan telah teridentifikasi dan menyebar di semua pulau di Indonesia. Dari keseluruhan yang teridentifikasi, rotan yang sudah ditemukan dan digunakan untuk keperluan lokal mencapai kurang lebih 128 jenis. Sementara itu rotan yang sudah umum diusahakan/ diperdagangkan dengan harga tinggi untuk berbagai keperluan baru mencapai 28 jenis saja (Faturrahman, 2016).
            Seluas 4.394.932 ha atau sama dengan 64,60 % luas daratan Sulawesi Tengah (6.803.300 Ha), yang memiliki potensi bahan baku rotan cukup besar. Rotan dari Sulawesi Tengah tergolong kualitas prima, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jenis rotan yang sama di luar Sulawesi, dan sangat dibutuhkan oleh industri meubel rotan untuk keperluan ekspor, penyerapan bahan baku rotan oleh industri kerajinan kecil dan menengah yang mengolah rotan sebanyak dua ton perbulan (Noer, 2012)
            Rotan merupakan hasil hutan yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan perdagangan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk diekspor. Rotan merupakan spesies tumbuhan pemanjat yang memerlukan pohon inang untuk proses pertumbuhannya (Dransfield dan Manokaran, 1996).
            Rotan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berpotensi tinggi di bidang ekonomi ini, ternyata juga memiliki beberapa keunikan. Salah satunya adalah batangnya yang menyimpan banyak air, sehingga apabila ditebas batangnya akan mengeluarkan air yang dapat membantu dalam bertahan hidup di alam. Rotan asli memiliki struktur alam pada kulitnya yang unik dan tidak sama tiap batangnya. Oleh sebab itu kekhasan tekstur dan warna yang hampir tidak pernah sama corak detailnya membuat material ini dijadikan karya indah pada produk mebel (Darajat, 2017).
            Komoditi rotan merupakan produk unggulan bagi Masyarakat Kota Palu khususnya Sulawesi Tengah yang diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar baik lokal, regional maupun ekspor. Industri Meubel Rotan Irma Jaya merupakan salah satu industri yang berpotensial dan mampu bertahan di tengah persaingan dengan industri lain di Kota Palu yang telah menghasilkan berbagai macam produk kerajinan rotan seperti kursi, meja makan, sofa, serta kursi malas atau kursi goyang bisa menjadi interior yang memberi kenyamanan dan kelas tersendiri bagi Industri Meubel Rotan Irma Jaya dan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan dengan industri rotan lainnya (Mariani. 2015).
            Rotan dari Sulawesi Tengah tergolong kualitas prima, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan jenis rotan yang sama di luar sulawesi, dan sangat dibutuhkan oleh industri meubel rotan untuk keperluan ekspor, penyerapan bahan baku rotan (Noer, 2011).

Tujuan
Penulisan paper ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara sebagai syarat untuk memenuhi nilai tugas semester 4.


BAB II
ISI
     A.    GAMBARAN UMUM ROTAN

1.   Taksonomi

Kriteria
Keterangan
Kingdom
Plantae
Subkingdom
Viridiplantae
Divisi
Spermatophyta
Sub Divisi
Angiospermae
Kelas
Magnoliopsida
Ordo
Palmales
Famili
Palmae
Genus
Calamus L

2. Morfologi

HHBK ini dikenal sebagai tanaman yang tumbuh merambat atau memanjat pada pohon – pohon besar sebagai penopangnya. Hal ini disebabkan oleh adanya sulur pemanjat rotan yang muncul dan tumbuh dari ruas-ruas batang tumbuhan ini dengan panjang yang bervariasi.  Beberapa rotan tidak memiliki sulur, namun memiliki duri-duri di sepanjang batangnya yang membantu rotan untuk memanjat atau merambat.
Batangnya sendiri berbentuk bulat atau segitiga memanjang yang panjangnya dapat mencapai puluhan meter. Panjang dan diameternya sangat bervariasi tergantung jenisnya. Batang tumbuhan ini beruas-ruas dan dibatasi oleh buku-buku. Bagian batang tumbuhan ini merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan dan bernilai ekonomi tinggi.
Bedasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan ini dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu tumbuh soliter/tunggal dan tumbuh berumpun. Tumbuhan yang tumbuh soliter hanya dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul yang terpotong, sedangkan yang tumbuh berumpun dapat beregenerasi kembali dan tumbuh terus menerus. Rumpun terbentuk oleh berkembangnya tunas-tunas yang dihasilkan dari kuncup ketiak pada bagian bawah batang.
Pada batang terdapat daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Panjang, lebar, dan bentuk daun juga sangat bervariasi tergantung jenisnya. Seperti halnya dengan tumbuhan lainnya, daunnya memiliki fungsi fotosintesis. Selain itu daunnya juga memiliki duri-duri kecil sebagai bentuk pertahanan diri. Daun ini umumnya tumbuh mengahadap ke dalam sebagai penguat mengaitkan batang pada tumbuhan penopangnya atau inangnya.
Tumbuhan ini termasuk tumbuhan berbunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina pada umumnya berumah satu, namun terdapat beberapa jenis rotan yang bunganya berumah dua. Pada jenis bunga yang berbunga dua, penyerbukan dibantu oleh serangga ataupun angin. Bunganya memiliki ukuran yang relatif kecil dan memiliki 3 putik pada bunga betina, sedangkan bunga jantan mempunyai 5 benang sari. Tumbuhan ini juga memiliki buah yang berbentuk bulat, bulat oval, atau lonjong. Buahnya memiliki sisik buah berbentuk trapesium dan tersusun secara vertikal dari toksis buah.
Sistem perakaran rotan berupa sistem perakaran serabut. Warna akarnya juga bervariasi mulai dari putih keabu-abuan, kekuning-kungan hingga kehitam-hitaman.

3. Habitat

Rotan merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis maupun tropis seperti Indonesia. Habitat tumbuhnya sendiri pada umumnya berupa daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian 300-1000 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat, tumbuhan ini semakin jarang ditemukan. Tumbuhan ini juga sangat sedikit bahkan jarang ditemukan di daerah berkapur.
Rotan tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm per tahun. Menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 240C – 300C.
Tumbuhan HHBK ini yang tumbuh merambat/memanjat pohon-pohon tinggi akan memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan tentunya lebih panjang serta memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena rotan ini mendapatkan intensitas cahaya matahari yang lebih banyak.

4. Sebaran Tumbuhan Rotan

Rotan merupakan tumbuhan khas daerah tropika karena banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa. Tumbuhan ini menyebar dari Afrika, India, Srilangka, Tiongkok Bagian Selatan, Malaysia, Pasifik Bagian Barat dan tentunya Indonesia. Keanekaragaman jenis ini banyak dijumpai di Asia Tenggara dan merupakan komoditas penting setelah kayu. Di Indonesia sendiri, salah satu komoditi kehutanan ini banyak ditemui di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

5. Jenis-Jenis Rotan

Rotan di Indonesia dikenal sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu yang sangat potensial bahkan diperkirakan kurang lebih terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jenis yang ada di dunia kini mencapai ratusan jenis dengan 13 marga yang tersebar di seluruh dunia, 9 marga diantaranya dapat tumbuh di Indonesia yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha (Jasni et al. 2007 dalam Kalima 2015).  Calamus dan Daemonorops merupakan dua marga di antara 9 marga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Calamus juga merupakan marga yang paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki daftar jumlah jenis rotan yang terancam punah, salah satunya jenis tumbuhan dari famili Arecaceae. Tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi, yaitu:

  • Calamus ciliaris,
  • C. melanoloma,
  • C. hispidulus,
  • C. impaar,
  • C. karuensis,
  • C. kjelbergii,
  • C. minahassae,
  • C. pandanosmus,
  • C. pygmaeus,
  • C. spectabilis,
  • C. robinsonianus,
  • Ceratolobus pseudoconcolor,
  • Daemonorops acamptostaachys,
  • D. monticola,
  • Korthalsia junghunii,
  • Plectocomia billitonensis,
  • P. longistigma,
  • P. lorzingii,
  • P. pygmaea, dan
  • Plectocomiopsis borneensis.


    B.     BENTUK PEMANFAATAN YANG DILAKUKAN
1.    Bidang Teknologi
Alat-alat yang digunakan pada industri produk jadi rotan meliputi: kompor solder, bor listrik, gergaji rotan dan biasa, gunting rotan, parang, martil, kakak tua dan engkol tangan. Selain itu, sebagian kecil ada yang menggunakan kompresor, mesin potong, sekrup (alat tembak untuk memasukkan paku) dan taples. Kegiatan proses produksi dilakukan pada suatu bangunan rumah. Bangunan rumah tersebut dibagi menjadi tempat proses produksi, pemajangan produk jadi rotan dan tempat tinggal. Disamping penggunaan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses produksi, ketersediaan sarana transportasi merupakan faktor pendukung bagi keberhasilan usaha industri produk jadi rotan. Sarana transportasi yang digunakan adalah seperti angkutan kota (angkot), truk dan bus kota selalu ada setiap saat, sedangkan kendaraan milik pribadi rumah tangga pengusaha sebagian besar adalah kendaraan roda dua.
2.    Manajemen
Industri  ini  mempunyai  kemampuan untuk   mengisi   peluang   pasar   dari   bidang usahanya yang sekarang dengan memilih cara yang  tercepat  karena  secara  selektif  tersedia sumber  daya,  agar  peluang  yang  ada  tidak jatuh   ketangan   pesaing. Kelebihan dari industri ini adalah tersedianya bahan baku, tenaga kerja terampil, teknologi digunakan sudah modern dan barang yang diproduksi berfariasi.
3.    Distribusi
Kebijakan larangan ekspor rotan mentah (bahan baku) mendorong masuknya investasi di industri pengolahan rotan, khususnya yang menghasilkan produk furnitur/mebel dan barang kerajinan berbasis rotan lainnya. Di lain pihak, penyerapan bahan baku rotan oleh industri mebel dan kerajinan di dalam negeri juga meningkat secara signifikan.
Dalam kegiatan distribusinya, Industri Meubel Rotan Irma Jaya hanya menggunakan saluran distribusi langsung. Dalam mendistribusikan produk secara langsung sering terjadi kendala yang disebabkan karena faktor ketersedian alat transportasi, dan persediaan bahan baku terkadang terdapat waktu penjadwalan kapal yang tidak sesuai yang di inginkan perusahaan untuk mengirimkan pesanan konsumen di luar negeri. Dari permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut, maka langkah yang dapat ditempuh oleh , Industri Meubel Rotan Irma Jaya adalah menyesuaikan penjadwalan kapal sebelum menentukan penjadwalan pengiriman. Penjadwalan waktu pengiriman dapat dibantu dengan kesepakatan waktu pengiriman antara perusahaan dengan konsumen.
C.    KEGUNAAN DAN MANFAAT EKONOMI YANG DIPEROLEH
1.    Kegunaan
Pemanfaatan rotan terutama adalah sebagai bahan baku mebel, misalnya kursi, meja tamu, serta rak buku. Rotan memiliki beberapa keunggulan daripada kayu, seperti ringan, kuat, elastis / mudah dibentuk, serta murah. Kelemahan utama rotan adalah gampang terkena kutu bubuk “Pin Hole”.
Batang rotan juga dapat dibuat sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata. Berbagai perguruan pencak silat mengajarkan cara bertarung menggunakan batang rotan. Di beberapa tempat di Asia Tenggara, rotan dipakai sebagai alat pemukul dalam hukuman cambuk rotan bagi pelaku tindakan kriminal tertentu.
Beberapa rotan mengeluarkan getah (resin) dari tangkai bunganya. Getah ini berwarna merah dan dikenal di perdagangan sebagai dragon’s blood (“darah naga”). Resin ini dipakai untuk mewarnai biola atau sebagai meni.
Masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah memanfaatkan batang rotan muda sebagai komponen sayuran.
2.    Manfaat Ekonomi
Pekerjaan sebagai pengusaha rotan yang telah dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Kota Palu khususnya Sulawesi Tengah bertujuan untuk mencukupi kebutuhan hidup serta peningkatan taraf hidup perekonomiannya. Seiring berkembangnya industri rotan yang cukup baik, maka mulai adanya peningkatan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pengusaha rotan tersebut. Industri Rotan Irma Jaya juga menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan social ekonomi yang lain. Adapun pengaruh yang ditimbulkan antara lain dapat menambah penghasilan atau pendapatan baik pengusaha atau masyarakat. Selain itu juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga laju urbanisasi dapat ditekan.
D.    KESIMPULAN DAN SARAN
1.    Kesimpulan
Rotan merupakan spesies tumbuhan pemanjat yang memerlukan pohon inang untuk proses pertumbuhannya. Rotan merupakan hasil hutan yang potensial untuk dikembangkan sebagai bahan perdagangan, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk diekspor.
Komoditi rotan merupakan produk unggulan bagi Masyarakat Kota Palu khususnya Sulawesi Tengah yang diharapkan bisa memenuhi permintaan pasar baik lokal, regional maupun ekspor. Industri Meubel Rotan Irma Jaya merupakan salah satu industri yang berpotensial dan mampu bertahan di tengah persaingan dengan industri lain di Kota Palu
Pemanfaatan rotan terutama adalah sebagai bahan baku mebel. Manfaat lain dari Rotan adalah sebagai tongkat penyangga berjalan dan senjata, cambuk rotan bagi pelaku tindakan criminal, sebagai dragon’s blood (“darah naga”) sebagai meni dan sebagai komponen sayuran.
Dengan berdirinya Industri Rotan Irma Jaya di Kota Palu, maka mulai adanya peningkatan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pengusaha rotan tersebut. Industri Rotan Irma Jaya juga menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan social ekonomi yang lain yaitu dapat menambah penghasilan atau pendapatan baik pengusaha atau masyarakat. Selain itu juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sehingga laju urbanisasi dapat ditekan.
2.    Saran
Sebaiknya, referensi yang digunakan dalam penulisan paper ini menggunakan referensi yang lebih akurat seperti jurnal ilmiah. Sebaiknya bahasa yang digunakan dalam penulisan paper ini lebih

DAFTAR PUSTAKA
Dransfield, J. dan N. Manokaran. 1996. Sumberdaya Nabati Asia Tenggara 6: Rotan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta dan Prosea Bogor.
Idris Mariani. 2015. Strategi Pengembangan Industri Meubel Rotan Irma Jaya Di Kota Palu. J. Agrotekbis 3 (2) : 247 - 254 , April 2015 http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Agrotekbis/article/viewFile/5057/3850
Noer, 2012. Agroindustri Rotan Kota Palu. http://berdblog .wardpress. com. Diakses Hari Rabu , 18 Februari 2013
Reksohadiprodjo, Sukanto, dan Pradono, 1998, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Energi, BPFE – UGM, Yogyakarta.
Syamsu Alam dan Hajawa, 2007. Peranan Sumberdaya Hutan Dalam Perekonomian Dan Dampak Pemungutan Rente Hutan Terhadap Kelestarian Hutan Di Kabupaten Gowa. Jurnal Perennial, 3(2) : 59-66. Universitas Satria, Makassar
https://foresteract.com/rotan/                                      
https://handycraftkerajinanrotan.wordpress.com/2011/08/19/apa-itu-rotan/







27 komentar:

  1. Inilah kalo bartender disuruh nuat blog:v tp bermanfaat lah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. uda nan jao dimato jan lupo rendang yo

      Hapus
    2. wkwkwk terimakasih uda, kami tunggu rendangnya

      Hapus
  2. itu semua jenis rotan udah bisa dipake ?

    BalasHapus
  3. jauhi org ini untuk sementara waktu😡

    BalasHapus

Jhonson Simamora 181201150

Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                           Medan, Maret     202 0 POHON DAMAR ( Aghati...