Paper
Ekonomi Sumberdaya Hutan Medan, Maret 2020
PEMANFAATAN LIMBAH PEMOTONGAN DAN RESIN MENJADI MEJA BERNILAI EKONOMIS
TINGGI
Dosen Penanggungjawab:
Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Unedo Simanjuntak
181201144
HUT 4 D
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan
kesempatan dan kesehatan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun tugas ini
dengan tepat waktu. Adapun tulisan yang berjudul “Pemanfaatan
Limbah Pemotongan Dan Resin Sebagai Mebel Bernilai Ekonomis Tinggi” ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi
Sumberdaya Hutan di Program Studi Kehutanan,
Fakultas Kehutanan, Universitas
Sumatera Utara.
Terimakasih
penulis ucapkan kepada dosen penanggung jawab mata kuliah Ekonomi Sumberdaya
Hutanyaitu Dr. Agus Purwoko., S.Hut., M.Si. Dalam penulisan ini, penulis menyadari
bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun diharapkan penyempurnaan tugas ini.Akhir kata, penulis mengucapkan
terima kasih, semoga ini bermanfaat bagi
kita semua.
Medan, Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI....................................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 2
1.3 Tujuan.................................................................................................... 2
BAB II ISI
2.1
Kriteria Limbah Dan Resin Yang Dapat Digunakan............................. 3
2.2
Cara Pengolahan Limbah Dan Resin Menjadi Meja.............................. 4
2.3
Nilai Ekonomis Produk Meja................................................................. 6
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan............................................................................................ 9
3.2
Saran...................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan merupakan sumber daya alam yang
dapat memberikan manfaat berlipat ganda, baik manfaat yang secara langsung
maupun manfaat secara tidak langsung. Manfaat hutan secara langsung adalah
sebagai sumber berbagai jenis barang, seperti kayu, getah, kulit kayu, daun,
akar, buah, bunga dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh
manusia atau menjadi bahan baku berbagai industri yang hasilnya dapat digunakan
untuk memenuhi hampir semua kebutuhan manusia. Manfaat hutan yang tidak
langsung meliputi gudang keanekaragaman hayati (biodiversity) yang terbesar di
dunia meliputi flora dan fauna, Bank lingkungan regional dan global yang tidak
ternilai, baik sebagai pengatur iklim, penyerap CO2serta penghasil oksigen,
Fungsi hidrologi yang sangat penting artinya bagi kehidupan manusia di sekitar
hutan dan plasma nutfah yang dikandungnya.
Kayu
merupakan material yang digemari oleh masyarakat untuk digunakan menjadi
furniture, terutama kayu jati, sehingga menyebabkan jumlah permintaan kayu jati
semakin lama semakin meningkat. Jumlah kayu jati yang ditersedia tidak sesuai
dengan jumlah permintaan masyarakat, sehingga semakin lama jumlah kayu jati
semakin menurun. Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah set furniture
yang memanfaatkan kayu jati sisa dengan dikombinasikan dengan material lain
yang akan digunakan pada public space. Material yang digunakan untuk kombinasi
adalah resin, karena resin memiliki sifat yang fleksibel dan dapat mengangkat
nilai kayu tanpa menghilangkan nilai dari kayu itu sendiri. Set furniture yang
dihasilkan adalah set furniture untuk lobby hotel yang terdiri dari bench,
stool, coffee table, dan table lamp dengan menggunakan material kayu jati sisa
dan resin.
Dalam
kehidupan sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan
untuk tujuan penggunaan tertentu. Salah satunya di bidang industri, secara umum
industri terbagi menjadi dua dalam menilai sebuah kayu, yaitu kayu yang
dianggap bagus dan kayu yang tidak bagus. Kayu yang di anggap bagus biasanya
memiliki karakter yang kuat, keras, dan berwarna gelap. Sedangkan kayu yang
tidak bagus memiliki karakter yang lunak, mudah dimakan rayap, dan warnanya
terang. Kayu yang bagus sudah pasti banyak di cari oleh banyak orang, namun
kayu yang tidak bagus selalu di pandang sebelah mata dan disia-siakan.
Dalam
beberapa tahun terkhir, resin menjadi material yang sedang naik daun untuk
digunakan sebagai material campuran dalam pembuatan aksesoris ruang seperti
tray, decorative, lampu, dan lain sebagainya. Furniture dengan campuran
material resin memiliki peluang untuk dikembangkan karena masih jarang
digunakan, sehingga furniture ini lebih cocok untuk diletakkan pada area public
space dimana ada banyak orang yang melihat seperti, lobby hotel atau apartemen,
waiting room bandara, dan yang lainnya. Perancangan furniture ini dilakukan
untuk mengatasi kelangkaan kayu dengan menggunakan material sisa dan sekaligus
untuk mengembangkan furniture dengan material yang masih jarang dikembangkan
sebelumya, sehingga menjadi peluang untuk menghasilkan desain yang baru.
1.1
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana kriteria
limbah pemotongan dan resin yang dapat digunakan sebagai bahan baku?
- Bagaimana cara
pengolahan limbah pemotongan dan resin menjadi suatu produk?
- Bagaimana nilai
ekonomis dari produk meja tersebut?
2.1
Tujuan
1.
Untuk mengetahui kriteria
limbah pemotongan dan resin yang dapat digunakan sebagai bahan baku
2.
Untuk mengetahui
cara cara pengolahan limbah pemotongan dan resin menjadi suatu produk
3.
Untuk mengetahui nilai ekonomis dari produk
meja tersebut
BAB II
ISI
2.1
Kriteria
Limbah dan Resin yang Dapat Digunakan
Mengenal jenis jenis kayu merupakan salah satu material
bahan mebel yang sering digunakan dalam usaha mebel. Setiap kayu memiliki sifat dan ciri tersendiri baik
dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan, dan
kekuatan. Maka dalam memilih kayu yang akan dipergunakan ada baiknya kita
mengenal jenis dan ciri kayu yang sering digunakan sebagai bahan mebel. Selain agar kita dapat mengetahui kayu yang cocok dengan kriteria dan
spesifikasi yang kita inginkan, tentunya juga agar kita tidak tertipu dengan
jenis-jenis kayu lainnya. Berikut beberapa macam kayu yang sering digunakan
sebagai bahan mebel:
a. Kayu Jati
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat
dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama
membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan.
Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga
terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan
minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas
dan penampilan sebanding dengan kayu jati. Harga kayu jati banyak dipengaruhi
dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti:
ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu
jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang
dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut
diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan
menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut. Berat jenis (BJ)
kayu jati sebesar 700-930 kg/m3 pada kelembaban (MC) kayu 12%.
Keunggulan • Kayu Jati tergolong pada kayu dengan
kelas awet I, kelas kuat I, II. • Memiliki daya tahan yang kuat terhadap jamur,
busuk karena udara lembab atau serangan serangga • Kayu Jati juga memiliki daya
tahan yang baik terhadap cuaca dan perubahan suhu. • Memiliki warna dan serat
dan tekstur yang unik dan bagus sehingga tampak menarik pada pengaplikasiannya
• Dengan karakteristik khusus yang dimiliki kayu jati yaitu kandungan minyak
pada kayu Jati membuat kekuatan Jati lebih baik dari jenis kayu yang lain.
Kelemahan • Kecepatan tumbuh pohon jati relatif lambat sehingga jumlah kayu
jati yang dihasilkan tidaklah banyak dan sulit di dapat • Harga kayu jati
adalah yang paling mahal dibanding kayu lainnya • Di Indonesia kayu jati hanya
bisa diperoleh/dibeli dari Perum Perhutani, sebagai instansi pemerintah yang
berkuasa penuh untuk perawatan dan pengawasan distribusi kayu jati di
Indonesia, terutama di Pulau Jawa
b. Kayu Merbau
Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup
keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga
terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus
putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk kayu dengan
Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap
serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya
highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap /
tua. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk
pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di
pulau Irian / Papua. Tergolong kayu berat, miliki pengembangan dan penyusutan
kecil. Pada kelembaban (MC) 15% memiliki Berat Jenis (BJ) 630-1040 kg/m3.
Kegunaan Kayu Merbau biasanya digunakan untuk membuat parket (flooring),
furniture, decking dengan finger joints, panel, musik instrumen dan lainnya
Keunggulan • Kayu merbau termasuk pada kayu dengan
kelas awet I, II dan kelas kuat I, II • Kayu merbau tahan terhadap serangan
serangga • Kayu merbau cukup keras dan stabil sehingga sering digunakan sebagai
alternatif pembanding dengan kayu jati Kelemahan • Cukup keras dan akan banyak
mematahkan mata gergaji apabila pengerjaan kurang hati-hati dan melebihi
standar pengaturan • Harga masih relatif mahal
c. Kayu Bangkirai / Yellow Balau
Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan
kuat. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat
kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul
retak rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai
adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan
wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu
bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material
konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang
tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di
luar bangunan / eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll.
Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan.
Kayu berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut
yellow balau. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang
terlihat coklat kemerahan. Bangkirai bisa berdiameter hingga 120 cm dan tinggi
pohon mencapai 40 meter. Diamater rata-rata adalah 70-90cm. Kegunaan Sebagai
bahan pembuat produk decking, outdoor furniture, konstruksi jembatan, pergola
dan konstruksi berat lainnya.
Keunggulan • Kayu bangkirai termasuk pada kayu dengan
kelas awet I, II , III dan kelas kuat I, II • Kekerasan kayu Bangkirai cukup
tinggi, sehingga cocok diletakkan di luar ruangan atau bahan outdoor• Tahan
terhadap perubahan cuaca • Jenis serat dengan ikatan kuat dan memiliki tingkat
keawetan yg tinggi Kelemahan • Sifat kerasnya disertai dengan tingkat kegetasan
yang tinggi sehingga mudah terjadi retak rambut dan pin hole • Secara konsruksi
retak dan pinhole ini bisa mengurangi kekuatan dari kayu bangkirai ini • Harga
kayu bangkirai relatif mahal
d. Kayu Kamper
Kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan
bangunan yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati
dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga
sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak
segetas bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai,
kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu
dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk kayu dengan Kelas
Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan
tropis di kalimantan. Samarinda adalah daerah yang terkenal menghasilkan kamper
dengan serat lebih halus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
Keunggulan • Kayu kamper termasuk pada kayu dengan
kelas awet II, III, dan kelas kuat I, II • Kayu Kamper adalah kayu yang
mengkilap. Teksturnya sangat halus dan indah • Jarang ditemui retak rambut
karena tidak segetas kayu bangkirai • Harganya lebih terjangkau walaupun tidak
sekuat kayu jati dan bangkirai Kelemahan • Karena tidak sekeras bangkirai
kecenderungan berubah bentuk juga besar sehingga tidak disarankan untuk pintu
dan jendela dengan ukuran yang terlalu besar
Seperti kita ketahui banyak jenis resin yang ada di
pasaran dan kita merasa bingung menentukan pilihan resin yang sesuai dengan apa
yang akan kita kerjakan.
Ada tiga tipe utama Resin yang paling umum digunakan
saat ini yaitu Epoxy, Vinylester, Polyester Resin. Masing-masing tipe resin ini
memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda. Di bawah ini dibahas secara
singkat mengenai masing-masing resin ini.
Perlu diketahui bahwa semua resin dan pengeras
memiliki kelebihan, kekurangan dan tingkat keamanan masing-masing dalam
penggunaan. Harap teliti produk yang ingin Anda gunakan dan baca sepenuhnya
label keterangan atau informasi keselamatan produsen yang tertera dan ikuti
petunjuk penggunaannya.
1. Resin Epoxy
Ini
adalah jenis resin yang paling tinggi nilai dan kualitasnya di antara ketiga
tipe resin yang ada tetapi harganya juga lumayan mahal.
Resin epoxy biasanya lebih kurang tiga kali lebih kuat
dibandingkan dengan jenis resin terkuat lainnya. Epoxy mengandung serat karbon
(Carbon Fiber), Serat Kaca (Fiberglass), dan Aramid atau Kevlar yaitu sejenis
sintetis yang tahan panas dan benturan biasanya digunakan untuk bidang
pertahanan militer. Epoxy juga mengandung zat resin yang lebih tua dan sebagian
besar bahan kandungannya berkualitas cukup baik.
Perlu kita ketahui kalau sebagian besar epoxy memang memiliki
kecenderungan berubah warna menjadi menguning saat terkena air. Saat membeli
epoksi untuk aplikasi yang mengalami perubahan suhu ekstrim atau terpapar air,
pastikan Anda membeli hardener epoxy untuk tahan ke semua cuaca Kebanyakan epoxi
berwarna kekuning-kuningan seperti gabungan warna emas dan warna oranye. Bila
Anda hanya menggunakan sedikit epoxy ke dalam campuran komposit material resin,
itu tidak akan berpengaruh besar dan epoksinya akan kelihatan bening kecuali
untuk penggunaan dalam proses membasahi serat material kevlar berwarna kuning
atau fiberglass berwarna putih. Dalam kasus ini Anda akan melihat kevlar kuning
sedikit kelihatan lebih gelap dan kemungkinan besar Anda akan melihat warna
kuning yang sangat sedikit di serat kaca berwarna putih.
Anda bisa membeli resin epoxy dan hardener/katalis
yang sangat bening di pasaran, tetapi kemungkinan besar kita tidak bisa
menghindari perubahan warna menjadi kekuningan seiring dengan waktu yang
disebabkan cahaya matahari bahkan meskipun barang yang terbuat dari epoxy akan
digunakan di dalam rumah.
2. Resin Vinylester
2. Resin Vinylester
Resin ini biasanya memiliki sekitar sepertiga kekuatan
resin Epoxy. Mereka menempel tidak begitu bagus di serat karbon dan serat
aramid atau kevlar, tapi tetap saja bisa digunakan untuk aplikasi sederhana
untuk serat itu. Resin vinilester terutama digunakan dengan fiberglass, namun
biasanya juga digunakan dengan karbon sebagian besar untuk aplikasi kosmetik
bila mantel poliester bening atau gelcoat berbasis poliester dibutuhkan. Jenis
resin ini sebaiknya tidak digunakan dengan serat karbon atau aramid kalau
memang hanya untuk mengharapkan kekuatan material. Sebagai catatan, pelapis
yang mengandung karet silikon urethan dapat digunakan bersama-sama dengan
epoxi.
3. Resin Polyester
Resin ini adalah resin yang harganya paling
murah di antara semua resin. Resin ini memiliki daya rekat yang tidak baik dan
tidak boleh digunakan untuk pekerjaan berserat karbon atau aramid. Mereka
biasanya bekerja dengan baik hanya pada fiberglass
2.2
Cara Pengolahan
Limbah Dan Resin Menjadi Meja
Untuk menglah limbah pemotonga kayu tadi
menjadi suatu komoditi/produk yang bernilai jual tinggi bahkan agar bisa sampai
tembus pasar internasional, di butuhkan bebrapa proses khusus terutama dalam
pengkombinasian antara limbah kayu tadi ke resin, untuk menghasilkan hasil yang
terbaik. Berikut beberapa tahapan pengolahan limbah dan resin :
Ø
Tuang bagian resin
dan pengeras yang sama ke dalam wadah pencampuran yang bersih atau bak
pencampur yang telah lulus, menggunakan rasio 1: 1 (berdasarkan volume) Sangat
penting bahwa produk diukur secara akurat dan dicampur secara menyeluruh. Ukur
1 bagian RESIN ke 1 bagian HARDENER berdasarkan volume. JANGAN ubah rasio
ini. Epoxy kami diformulasikan untuk menyembuhkan pada proporsi
pencampuran tertentu, dan varian apa pun dapat menyebabkan produk tidak pernah
sepenuhnya sembuh. Kami sarankan untuk selalu menuangkan HARDENER ke dalam
wadah pencampuran Anda terlebih dahulu, diikuti oleh RESIN. Ini akan
membantu dua komponen tercampur secara menyeluruh.
Ø Campuran Pertama : Campur dengan
tongkat aduk rata datar atau spatula untuk mengikis sisi dan bawah wadah saat
Anda pergi. Campuran Anda akan tampak kabur pada awalnya,
dan kemudian menjadi lebih transparan ketika resin dan molekul pengeras mulai
berbaur dalam tiga hingga lima menit.
Ø Campuran Kedua : Tuang Resin dan
Pengeras dari wadah pertama Anda ke dalam wadah kedua yang mengikis semua
campuran keluar dari sisi dan bawah cangkir. Campur secara menyeluruh
selama tiga menit tambahan
Ø Cara
terbaik untuk menerapkan mantel segel adalah mulai dari satu ujung meja dan
tuangkan resin sepanjang permukaan, zig-zag saat Anda pergi. Kemudian gunakan sikat busa
untuk menyeret resin di seluruh permukaan untuk mencapai lapisan yang rata. Epoksi lebih cepat sembuh dalam wadah, jadi Anda perlu mengecat mantel
segel dengan cepat atau mencampur sedikit agar tidak sembuh dalam wadah saat
Anda masih mengerjakannya. Mantel segel tidak perlu halus
karena mantel banjir akan mengisi sapuan kuas dan penyimpangan sehingga jernih. Setelah seluruh permukaan tertutup, tunggu 4-6 jam untuk menuangkan banjir . Jangan melebihi 10 jam atau
Anda menghadapi risiko mantel banjir tidak menyatu dengan mantel segel dengan
sempurna
Ø Setiap banjir memiliki
level sendiri sekitar 1/8
”tebal . Jika kedalaman lebih
tebal dari 1/8 "diinginkan, beberapa mantel diperlukan. Anda harus menunggu setidaknya 4 hingga 10 jam di antara mantel banjir. Epoksi masih akan lengket sehingga tuangkan
berikutnya akan menempel padanya.
Ø
Cara terbaik untuk menerapkan mantel banjir adalah mulai dari
satu ujung dan tuangkan seluruh permukaan resin, zig-zag saat Anda pergi. Setelah Anda selesai
menuangkan, letakkan wadah di bawah. JANGAN mencoba mengorek apa pun dari ember. Karena Anda menuangkan sekitar tiga kali jumlah
produk yang Anda lakukan dengan mantel segel, bahan akan segera mulai mengalir
keluar
Ø Setelah
Anda cukup menutupi seluruh permukaan dengan mantel banjir Anda, Anda akan
memulai proses gelembung udara popping. Alat terbaik untuk
menghilangkan gelembung adalah obor propana kecil. Pegang api sekitar 6 hingga 10 inci dari atas
meja dan cepat-cepat menyapu seluruh permukaan menggunakan gerakan menyetrika. Anda akan segera melihat gelembung mulai muncul. Lakukan ini sampai semua gelembung hilang dari
permukaan meja Anda.
Ø Setelah menuangkan epoksi
Anda, gelembung udara biasa terbentuk. Gelembung dapat terus
berkembang hingga 60 menit setelah proses penyembuhan dimulai. Cara paling efisien untuk menghilangkannya adalah
dengan membanting obor di atas permukaan secara sporadis 10 - 15 menit setiap
kali.
Ø
Setelah menerapkan lapisan akhir Anda, produk
harus disimpan di lingkungan yang bersih dan bebas debu minimal 75-80 ° F. Produk membutuhkan waktu
sekitar 12-14 jam untuk mengering saat disentuh. Namun, produk tersebut tidak boleh digunakan untuk setidaknya tiga hari
yang akan memungkinkannya mencapai kekerasan yang cukup untuk menahan goresan. Pada suhu di bawah 75 F, produk akan membutuhkan waktu lebih lama untuk
sembuh dan mungkin tidak menyembuhkan untuk menyelesaikan kekerasan.
2.3
Nilai Ekonomis Produk Meja
Bagi sebagian orang, limbah industri kayu mungkin hanya
dianggap tumpukan sampah tak berguna. Namun, bagi sejumlah pelaku usaha
kerajinan tangan, sisa limbah kayu yang biasanya berakhir di tungku pembakaran
itu diolah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Dalam
upaya meningkatkan nilai kayu yang dianggap kurang bagus, dapat dilakukan
berbagai cara untuk meningkatkan nilai olah kayu, yaitu dengan cara pengembangan
cara berpikir mengolah kayu. Pengolahan kayu dapat dikembangkan pula lewat
adanya eksplorasi bahan atau material, kemudian melakukan eksperimen terhadap
kayu dengan cara metode penyangkalan dan metode penciptaan.
Kayu yang bagus sudah banyak di
serap oleh industri. Sedangkan kayu yang dianggap tidak bagus perlu dieksplorasi,
dan meningkatkan nilai kayu yang dianggap tidak bagus tadi. Barata Sena
mengatakan “Tidak ada kayu jelek, setiap kayu memiliki potensi yang luar biasa
untuk dibangkitkan. Jangan pernah lagi menganggap bahwa kayu jati merupakan
kayu terbaik”. Kayu bagus atau tidak bagus tergantung bagaimana cara manusia
mengolah kayu tersebut. Eksplorasi kayu yang tidak bagus dapat dilakukan dengan
cara proses kreativitas, ketika eksplorasi mampu menghasilkan sebuah karya,
pasti sentuhannya akan berbeda. “Jangan pernah berhenti! Proses kematangan
harus dilakoni sendiri, sehingga pengetahuan itu tidak dari dengar cerita orang
lain, tetapi merupakan pengalaman pribadi atau empirik
Gambar
di atas merupakan salah satu contoh produk/komoditi dari limbah pemotongan kayu
dan resin. Selain dari pada itu berikut lampiran harga pasaran dari komoditas
jenis seperti ini yang telah merambah ke pasar internasional
Menemukan
sebuah hasil dalam eksperimen perlu melakukan yang namanya eksplorasi material.
Eksplorasi material tidak seolah-olah hanya fokus pada bahan mentah saja,
tetapi mengamati bahan kayu yang akan di olah. Pengenalan kayu dimulai dari
mengamati potensi apa yang bisa dikembangkan dari kayu tersebut. Contoh
pengenalan karakter limbah kayu, kayu trembesi yang memiliki serat kayu
besar-besar di banding kayu jati, selain itu memiliki tingkat kekerasan yang
hampir sama, namun harga kayu ini relatif lebih murah daripada kayu jati. Kayu
trembesi pada saat dikeringkan akan menimbulkan retak-retak pada permukaan kayu
yang diolah, sebelum dikeringkan, kayu trembesi lembab dan dimakan oleh rayap
dan kutu, hal tersebut itu dianggap suatu kecacatan bagi orang lain. Namun,
Barata Sena menjadikan kecacatan tu menjadi kelebihan pada karya art
furniturenya karena bersifat alami atau natural. Selain memiliki nilai ekonomis
yang tingg, kegiatan produksi seperti ini juga merupakan salah satu upaya
menjaga kelestarian lingkungan.
BAB III
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
1.
Mengenal jenis jenis kayu merupakan salah satu material
bahan mebel yang sering digunakan dalam usaha mebel. Setiap kayu memiliki sifat dan ciri tersendiri baik
dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan, dan
kekuatan.
2.
Untuk proses
pengolahan limba pemotongan kayu dan resin dimulai dari pemilihan jenis limbah
kayu, pemilihan jenis resin yag cocok untuk digunakan, pengukuran ukuran meja,
pencoran kayu menggunakan resin, dan finishing
- Nilai
ekonomis dari pemanfaatan limbah pemotongan kayu dan resin menjadi mebel
yang dala hal ini contohnya adalah meja memiliki nilai ekonomis yang
tinggi. Selain dari pada bahan baku yang mudah didapat, produknya juga
banyak diminati bahkan hingga sampai pada pasar internasioanal
- Kayu
yang di anggap bagus biasanya memiliki karakter yang kuat, keras, dan
berwarna gelap. Sedangkan kayu yang tidak bagus memiliki karakter yang
lunak, mudah dimakan rayap, dan warnanya terang
- Eksplorasi
material tidak seolah-olah hanya fokus pada bahan mentah saja, tetapi
mengamati bahan kayu yang akan di olah. Pengenalan kayu dimulai dari
mengamati potensi apa yang bisa dikembangkan dari kayu tersebut.
Saran
Pemanfaatan
limbah pemotongan kayu dan resin ini selain menghasilka nilai ekonomis yang
tinggi, ini juga merupakan salah satu tindakan/upaya menjaga kelestarian
lingkungan, oleh karena itu diharakan agar sistem-sistem kerja seperti
pemanfaatan limbah seperti ini perlu disosialisasikan, demi mencapai salah
satunya kesejahteraan sosial
DAFTAR
PUSTAKA
Agustina Dwi K, 2010. Vegetasi Pohon di
Hutan Lindung (Seri Mahasiswa). Penerbit
UIN-Maliki Press. Malang. Hal. 32-33, 36.
UIN-Maliki Press. Malang. Hal. 32-33, 36.
Kusumarini, Y.,
Mintarga, P., and T.N. Puji Utomo. (2014), “From building construction waste into a house of
creativity: a case of adapted reuse” WIT Transactions
on Ecology on The Built Environment, Vol. 142 (414)
Kusumarini, Y.,
Sri Nastiti, N. E. and Muhammad Faqih. (2011), “Sustainable Interior: A Holistic Approach of
EcoSocio-Econo Interior” Aust. J. Basic & Appl.
Sci., 5(12): 2176-2181
Rizki, K. A.,
Chairil Budiarto, dan Bambang Y. (2016), “Penerapan Material Kayu Pada Konstruksi Bangunan Kampung
Lumbung di Kota Batu” Penerapan Material
Kayu pada Konstruksi, ID 115350
Yance. I.
Madang, Ratih Damayanti, T. E. Komar, dan S. Nurjanah. (2008), “Pedoman Identifikasi Kayu Ramin dan
Kayu Mirip Ramin” Manual and Guideline for CITES Implementation in
Indonesia, pp. 20





Blog ini sangat bermanfaat, dapat menambah ilmu tentang pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomis, ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin berwirausaha. Terimakasih untuk penulis. Tetap semangat:)))
BalasHapusTerimakasih, komentar nya sangat membangun, semoga kedepan nya penulisan ini lebih bermanfaat lagi
HapusMantap kerenlah blognya
BalasHapusKeren dari segi mana wahai anak muda
HapusFeeling good
BalasHapusLike i should?
HapusHadiah nya saya tunggu ya pak
allahuakbar🙌
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
HapusBlog nya udah keren sih dan sangat bermanfaat ...!
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
HapusChucky adalah sebuah boneka pembunuh/psikopat chuky dulunya adalah seorang manusia yang kejam atau seorang penjahat didalam kehidupannya sebagai manusia dia dikenal sebagai penjahat yang kejam bahkan dia tidak segan" menghabisi org yg menghalangi hal buruknya hingga dia pun di hianati oleh temannya sendiri bahkan membuat dia nyaris mati akibat ulah temannya yg menghianatinya,hingga saat"terakhirnya pun dia tetap tidak mau untuk mati supaya dia bisa membalaskan dendamnya kepada temannya,disaat detik" kematiannya dia menemukan boneka dan dia pun merasuki boneka tersebut dengan menumbalkan dirinya sebagai wadah untuk bisa masuk kedalam boneka itu,dikehidupannya menjadi boneka disitulah dia akan membunuh smua yg menghianatinya.
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
HapusSangat sangat bermanfaat isinya
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
Hapussangat berguna infonya
BalasHapusmantap
Terimakasih telah meluangkan waktunya
Hapussangat berguna infonya
BalasHapusmantap
Terimakasih atas telah meluangkan waktu nya
HapusMantap mamannkk
BalasHapusTerimakasih telah meluangkan waktunya
HapusSuper sekali ya blog ini
BalasHapusTerimakasih ataatas tanggapannya
HapusTulisannya udah bagus, dan berharap kayu di Indonesia semakin dilestarikan dan penggunaannya juga semakin ditingkatkan
BalasHapusSaya punya saran, sebaiknya di setiap kalimat dicantumkan daftar pustaka, agar pembaca dapat mengetahui sumber dari kalimat tersebut dan juga, alangkah lebih baik jika disetiap jenis2 kayu dibuat gambarnya. Terimakasih
Terimakasih atas sarannya, ini bisa jadi pelajaran berarga bagi saya sehingga ke depan nya penulisan saya lebih baik lagi
Hapusbagus bgt
BalasHapussgt bermanfaat
Terimakasih telah meluangkan waktu nya
Hapusbagus bgt
BalasHapussgt bermanfaat
Sangat bermanfaat dan membantu
BalasHapusTerimakasih atas komentarnya, ini membantu dalam hal apa ya
HapusSangat inspiratif dan bermanfaat, terlebih lagi terhadap wirausahawan terutama di bidang mebel.
BalasHapusTerimakasih tanggapan nya,selamat berwirausaha
Hapus